SM/Arif Widodo - RAPAT AKREDITASI : Pengurus PCNU Kebumen rapat membahas akreditasi MWC di kantor setempat, Jumat (19/3)

KEBUMEN, SM Network – Terobosan baru dilakukan PCNU Kebumen yang akan melakukan akreditasi MWC Se-Kab Kebumen. Langkah tersebut guna mewujudkan organisasi yang besar dan kuat serta sanggul menghadapi persaingan di era keterbukaan sekarang.

“Manajemen mutu organisasi saat ini memang menjadi keniscayaan bagi organisasi sebesar NU, apabila ingin maju dan bermutu,” kata Ketua PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar didampingi Gus Jamil dan Munajat usai memimpin rapat rutin NU di kantornya, Jumat (19/3).

Dikatakan, melalui akreditasi, organisasi diharapkan semakin eksis dan peran NU di tingkat kecamatan (MWC) semakin optimal. Di samping itu kinerjanya menjadi lebih terukur. Hal tersebut juga sebagai upaya dalam mendukung program 1 abad NU.

“Jangan sampai, NU yang merupakan organisasi terbesar ini dalam status layamutu wala yahya atau kata lain posisinya tidak jelas di antara mati dan hidup. Insya Alloh akreditasi ini akan menjadi bagian cara strategis PCNU Kebumen dalam memberdayakan organisasi khususya MWC dan ranting,” imbuhnya.

Munajat yang mendampingi Dawamudin menambahkan, akreditasi pada dasarnya tidak hanya penting bagi organisasi profesional atau organisasi goverment. Menurutnya, NU harus jemput bola. “Jangan sampai kita terpapar dan tergerus arus digital dan revolusi industri 4.0 yang semakin canggih,” jelas Munajat yang pengurus PCNU Kebumen itu.

Lebih lanjut, sumber daya NU sangat banyak. Bahkan mereka sangat peduli dengan progresivitas atau nahdloh. Ditempat yang sama, Gus Jamil menyampaikan bahwa teknis akreditasi akan dibuat secara terbuka dan profesional.

Dimana PCNU Kebumen akan menggandeng dosen-dosen IAINU dan UMNU Kebumen sebagai tenaga expert dalam proses akreditasi organisasi mutu. Dan MWC selaku sasaran akan diberi status sertfikasi serta berhadiah.

“Teknis pedoman akreditasi akan di sosialisasikan pada saat safari Ramadan,” tutur tokoh yang sekian lama berkecimpung di organisasi Nahdliyyin itu.

Sementara, Imam Satibi selaku Rektor IAINU dan UMNU menyatakan siap membantu sepenuhnya dalam proses akreditasi jika diperlulan. Menurutya, PCNU Kebumen telah melakukan langkah lebih maju dalam penataan organisasi.

Dikatakan Imam, setidaknya ada lima standar yang akan menjadi cakupan akreditasi, yakni keadership, tata kelola, manajemen aset dan finance, kerjasama dan kaderisasi.

“Kelima aspek ini menjadi perspektif yang mendasar dalam berorganasasi serta menjadi bagian yang yang sangat menentukan dalam membangun organisasi NU yang kuat berbasis kinerja atau performance,” terang Imam.

Jika hal ini terealisasi, kata Imam, tidak menutup kemungkinan PCNU akan menjadi percontohan atau best practice bagi rujukan mutu organisasi keagamaan di Indonesia.