SM/dok - PATROLI: Petugas tim gabungan memberikan peringatan saat melakukan patroli Covid-19 di salah satu cafe di Purworejo.

PURWOREJO, SM Network – Tim gabungan dari Satpol PP Damkar, Polres, Kodim, Denpom V/2-2, Dinparbud, Dinas Kesehatan, Kominfo, dan Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo melakukan patroli Covid-19. Dalam patroli tersebut petugas menyasar angkringan, cafe, tempat karaoke, dan lokasi-lokasi lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Saat menyisir wilayah kota Purworejo dan Kutoarjo, petugas mendapati banyak remaja berkerumun di tempat makan pinggir jalan. Sebagian besar warga yang mengaku dari desa itu juga tidak memakai masker. Selain melakukan sosialisasi dan membubarkan pembeli, petugas langsung memberikan edukasi kepada para pedagang kaki lima (PKL) agar membatasi pembeli yang hendak makan di tempat. Sejumlah tempat duduk dan tikar diamankan dari PKL.

“Satpol PP Damkar mengajak instansi terkait untuk melakukan sosialisasi dan tindakan terhadap kerumunan massa, mulai dari angkringan, cafe, tempat karaoke dan lokasi-lokasi lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” kata Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo melalui Kasi Penyelidikan dan Penyidikan, Endang Muryani, di sela-sela patroli.

Dalam patroli tim gabungan yang dilaksanakan Sabtu (2/5) malam itu petugas juga mendapati adanya banyak pengunjung di tempat biliard sekaligus cafe yang terletak di Jalan Kolonel Sugiyono Purworejo. Petugas kemudian melakukan tindakan tegas dengan memberikan surat resmi agar pemilik usaha menutup aktivitasnya karena himbauan telah berkali-kali diberikan oleh pemerintah.

Patroli juga menyasar tempat hiburan malam karaoke. Namun, saat didatangi petugas sejumlah tempat karaoke yang disinyalir masih sering beroperasi tampak sepi dan tutup. Endang menyebut, patroli serupa sudah dilakukan paling tidak tiga kali, baik oleh Satpol PP secara mandiri maupun gabungan dengan instansi terkait. Tapi pada patroli malam itu masih banyak ditemukan kerumunan. “Masyarakat tetap seperti yang lalu, masih banyak kerumunan,” tuturnya.

Fungsional Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Purworejo, Wiwid Sugiarto, mengatakan bahwa dari aspek kesehatan, aktivitas di sejumlah angkringan dan cafe yang ditemui tidak memenuhi syarat kesehatan, seperti tidak adanya jaga jarak dan tidak memakai masker. Kondisi itu sangat berpotensi menimbulkan kasus baru Covid-19 di Kabupaten Purworejo yang hingga Senin (4/5) tercatat sudah ada 37 orang positif Covid-19.

“Kami bersama tim sudah berkali-kali melakukan sosialisasi, membagikan masker dan sebagainya. Aktivitas berkerumun seperti itu turut menyumbang jumlah kasus di Kabupaten Purworejo,” katanya.

Menurut Kanit Pratroli Polres Purworejo, Ipda Parjono, sebenarnya sudah banyak desa yang melakukan penutupan akses untuk membatasi warganya keluar dan berkerumun. Namun kesadaran warga belum maksimal dan masih keluar untuk berkerumun di wilayah kota. Oleh karena itu pihaknya terus melakukan imbauan.

“Kami dari Polres Purworejo terus melakukan himbauan kepada kerumunan massa untuk segera membubarkan diri demi menanggulani penyebaran Covid-19,” imbuhnya.


Panuju Triangga