Passion Saya di Komunikasi

Passion atau rasa setiap orang selalu lebih diunggul dibandingkan dengan nalar, dan ungkapan itu terjadi pada Dewi Nur Indahsari Esti Rahayu. Wanita lulusan Sarjana Teknik Kimia UGM ini lebih menemukan passionnya di dunia komunikasi meski nilai akademisnya sejak kecil selalu bagus dan sering turut serta dalam lomba sains dan matematika. Dewi yang kondhang disapa Isye Dewi ini pun membagikan secuil kisah hidupnya yang penuh prestasi kepada Suara Merdeka.

“Waktu kecil aku sering ngeliat ibuku sering menjadi pembawa acara atau mc di setiap acara” ungkap Isye. Isye pun tertarik, hingga pamannya membuatkan instalasi semacam in house radio yang membuatnya bisa siaran di rumahnya sendiri.

Hingga akhirnya di bangku SMP, Isye telah menjadi penyiar radio remaja di Radio Rakosa. Ia pun juga sering ikut lomba jurnalistik, menulis, reportase, presenter bahkan menyanyi. Berbekal nilai eksak yang bagus, Isye kemudian menjadi siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta alias SMA Teladan.

“Jadi lingkungan pendidikan lebih mendukung masuk ke sains, dan kebetulan nilai kimiaku dari dulu memang bagus, di bangku SMA itu pula aku menjadi juara 1 presenter Jogja TV dan juara 1 presenter RBTV”, terangnya.

Kini wanita bertitel MM dari UTY ini telah memiliki segudang prestasi dan kegiatan, di antaranya presenter TV, MC profesional , Direktur Tribakti Center yakni sekolah presenter (Isye Dewi Learning Center), dosen ilmu komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, pemain teater, dan founder shelter Rumah Kucing Momikiti (penampungan kucing liar).

Selain itu, ia juga founder Komunitas Volkschool atau sekolah rakyat workshop gratis bagi komunitas-komunitas yang tertarik mempelajari berbagai hal baru. Ia juga menjadi endorsement berbagai produk di medsos karena followernya yang telah mencapai ribuan.

“Kalau belum kenal sama aku, biasanya orang mengira aku terobsesi ini itu. Sebenarnya karena aku terbiasa ikut lomba atau terbiasa pasang target kerja untuk diri sendiri dan ketemu orang baru, komunikasi dengan orang baru, belajar hal baru. It’s all about that,” jelas Isye.

Wanita yang pernah menyandang predikat smart women ini juga dinobatkan sebagai Duta Keistimewaan DIY 2019, Duta Purbakala DIY 2019, Duta Museum DIY 2017, dan Duta Benteng Vredeburg 2017. Dara cantik kelahiran Yogyakarta, 2 Mei 1980 ini juga mengaku pernah bekerja full time menjadi call center di bank swasta, kemudian menduduki jabatan manager promosi perusahaan waralaba apotek, dan manajer provider telekomunikasi.

Tahun lalu, Isye sukses mengadakan lomba TV presenter tingkat nasional yang diikuti 70-an peserta. Saat ini ia berharap konsisten membuat lomba lagi dan berusaha membuat lomba berlabel duta.

“Karena duta-duta gitu, mendorong generasi muda untuk tampil positif dalam sikap dan pemikiran. Aku lihat lomba itu bagus banget untuk ‘memaksa’ diri kita untuk belajar. Kalau pakai ‘selempang duta’ sebagian besar lebih tertarik. Dan jika Allah berkehendak, ingin menggandeng teman-teman komunitas pet lover di Jogja untuk membuat seperti duta cinta satwa” pungkasnya.


Dananjoyo Kusumo

Tinggalkan Balasan