Tangkapan layar video yang memperlihatkan pasien corona di RSUD Cahasan Bosoirie, Ternate, Maluku Utara, bermain sepak bola di ruangan isolasi rumah sakit itu, Rabu, 29 April 2020/viva

SM Network – Beredar sebuah rekaman video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pasien terjangkit virus corona bermain sepak bola di dalam ruangan isolasi RSUD Cahasan Bosoirie, Ternate, Maluku Utara, Rabu, 29 April 2020.

Dalam masa isolasi, para pasien mencoba mengisi waktu bermain bola kaki di ruang isolasi yang direkam melalui ponsel dan dibagikan ke media sosial.

Aksi itu menuai berbagai komentar positif oleh warganet. Mereka mendoakan para pasien dalam video itu segera sembuh. Ada pula yang mengatakan aksi bermain bola dapat meningkatkan imun tubuh.

Warganet meminta RSUD Chasan Bosoirie menyediakan fasilitas semacam itu untuk para pasien agar mereka nyaman beraktivitas selama dirawat dan diisolasi.

Dalam tampilan video lain, seorang pasien malah menjelaskan bahwa status medisnya dan delapan rekannya positif dan sudah dipublikasikan oleh Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Maluku Utara beberapa pekan lalu. Kondisi mereka dikabarkan baik dan tanpa gejala sakit. Mereka juga menanti hasil uji swab.

“Setelah kami tanya ke mereka (perawat), menyatakan hasil sweb tes tidak tahu, tidak mengerti dan lain sebagainya. Bahkan penempatan kamar perawatan satu kamar diisi dua orang,” ujar pasien dalam video itu.

Mereka menganggap bila pelayanan RSUD seperti itu maka mereka justru bukan sakit karena terjangkit Covid-19 tetapi karena beban psikologis.

Diminta kerja sama

Juru Bicara Covid-19 Maluku Utara dr Alwia Assagaf berharap pasien yang dirawat di RSUD Chasan Bosoirie maupun di lokasi karantina di Hotel Said Bella Internasional berdiam diri di dalam kamar.

Alwia menyadari, mungkin saja para pasien memang bosan di dalam kamar isolasi terus menerus. Namun, mestinya mereka juga memahami dan kooperatif dengan tim medis. “Kalau sudah diberi pemahaman tentang penyakit yang sangat infeksius ini, mereka harusnya mengerti,” katanya.

Meski belum menunjukkan gejala Covid-19, kata Alwia, mereka mestinya tidak menganggap diri sehat padahal hasil pemeriksaan PCR di laboratotium Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar, para pasien terkonfirmasi positif.

“Ini akan membuat lama masa penyembuhan karena mereka tetap bergaul sesama positif. Padahal kita sangat memerlukan kerja sama dan pengertian dari pasien untuk tetap berada di dalam [kamar isolasi] tanpa kontak dengan yang lain karena tak mungkin kamar digembok dari luar,” ujarnya.


SM Network/viva

1 KOMENTAR