Pasar Tradisional Jadi Episentrum Penyebaran Korona, Pasar Jumo Mulai Ditutup

TEMANGGUNG, SM Network – Untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona, Pemkab Temanggung melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung, mulai melaksanakan penutupan sementara 5 pasar tradisional yang ditengarai menjadi episentrum penularan korona. Penutupan dilakukan secara bertahap didahului dengan sosialiasi kepada pedagang dan pembeli. Untuk tahap pertama penutupan dilakukan di Pasar Jumo.

Selain Pasar Jumo, berikutnya adalah Pasar Gemawang, Pasar Kandangan, Pasar Ngadirejo, dan Pasar Tembarak. Sesuai jadwal sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan untuk Pasar Jumo pasa Senin (15/6), Pasar Gemawang Selasa (16/6), Pasar Kandangan Rabu (17/6), Pasar Ngadirejo Kamis (18/6), Pasar Tembarak Jumat (19/6).

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jumo yang juga Ketua PMI Jumo, Sri Widada mengatakan, pasar di wilayahnya menjadi yang pertama di tata. Penyemprotan dan penataan dilakukan oleh tim gabungan mulai dari Satpol PP, TNI/Polri, Kokam, Banser, bersama pengelola pasar. Selama tiga hari mulai tanggal 15,16,17 pasar akan disterilkan di tata ulang termasuk mengenai jarak dan pintu masuk, dan kembali dibuka tanggal 18 Juni 2020. Dikatakan, bahwa aturan di pasar ini dibuat tegas bagi siapa saja yang tidak memakai masker tidak diperbolehkan masuk.

“Intinya semua ini dilakukan untuk antisipasi penyebaran virus korona agar tidak semakin meluas, sebab setelah mudik selesai justr terjadi peningkatan positif Covid-19. Sehingga kita tidak boleh berhenti sebelum clear semuanya, tentunya kita berharap dari Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Jumo sudah berkoordinasi dengan baik untuk melakukan edukasi kepada pedagang pasar dan warga,”ujarnya Senin (15/6).

Dikatakan Sri Widada, bahwa sangat penting melakukan penataan Pasar Jumo terutama setelah ditemukan kasus Covid-19, di pasar ini dan menjadi episentrum penularan korona, di mana di Jumo ada 9 kasus korona. Dikatakan, tak jalah penting selain sterilisasi dan penataan kembali pasar, juga harus dilakukan edukasi secara terus menerus kepada warga, termasuk menjaga keamanan lingkungan.

“Pasar itu kan sentra atau pusat pertemuan masyarakat luas, apalagi setelah menerima bantuan dari pemerintah baik itu BLT, PKH dan lain sebagainya mereka kemudian belanja ke pasar. Itu yang kita antisipasi supaya tidak membeludak ke pasar baik pembeli maupun pengunjung. Maka saat ini kita sterilkan sementara waktu dan bisa dimengerti oleh mereka, alhamdulillah, setelah ini kita berikan kesempatan untuk beroperasi kembali,”katanya.

Buruh angkut Pasar Jumo, Kirdiyono (43), menuturkan, tidak masalah ada penutupan sementara sebab hal itu dilakukan pemerintah untuk kebaikan bersama supaya penularan korona tidak semakin meluas. Apa yang kerap dikhawatirkan warga jika pasar tutup sulit mencari kebutuhan ditampiknya, karena hanya tiga hari saja selebihnya sudah boleh buka seperti biasa.

Kabag Humas Pemkan Temanggung Sumarlinah mengatakan, saat ini kasus positif Covid-19 di Kabupaten Temanggung terus melonjak hingga angka 202 orang. Jumlah tersebut peringkat ke 2 di Jawa Tengah setelah Kota Semarang, sehingga perlu langkah-langkah taktis untuk menanganinya. Penutupan sementara pasar tradisional sendiri diambil setelah dari data riil lapangan diketahui klaster pasar paling banyak menjadi episentrum penularan.


K41

Tinggalkan Balasan