Pasar Pagi Tumenggungan Rawan Penyebaran Covid-19

KEBUMEN, SM Network – Pasar masih menjadi tempat yang sangat rawan terhadap penyebaran virus corona (Covid-19). Saat pemerintah mengambil kebijakan meniadakan jamaah salat Jumat di masjid bahkan sampai polisi menghentikan resepsi pernikahan, pasar masih menjadi yang bebas untuk berkerumun.

Seperti terlihat di Pasar Pagi Tumenggungan, Minggu (29/3) pagi. Aktivitas pasar yang buka sejak dini hari tersebut masih tampak ramai oleh penjual dan pembeli. Jarak antar penjual dan pembeli juga sangat dekat. Meskipun diberikan fasilitas toren untuk mencuci tangan lengkap dengan sabun, namun, hanya segelintir warga yang memanfaatkan untuk mencuci tangan.

Sebagian pedagang justru mengetahui bahwa toren yang dipasang itu disediakan untuk pedagang atau pengunjung yang tangannya kotor. Meskipun was-was para pedagang sayuran keliling harus tetap kulakan ke pasar pagi. Nantinya hasil dari kulakan di pasar pagi dijual secara keliling ke kampung-kampung. Jika dia libur, selain tidak mendapatkan penghasilan para pelanggannya juga terancam tidak bisa masak.

“Kalau saya tidak jualan, nanti gimana nasip ibu-ibu. Mereka nggak bisa masak buat keluarga,” ujar Surtini (46) salah satu pedagang berharap pasar pagi secara rutin dilakukan penyemprotan.

Hidup Sehat Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz mengatakan bahwa saat ini Pemkab Kebumen telah menetapkan tanggap darurat non alam. Hal ini menyusul sudah ada satu warga Kebumen yang terkonfirmasi positif corona dan meninggal dunia.

“Masyarakat perlu tahu, bahwa perkembangan kasus corona di Kebumen sangat cepat. Saya minta untuk tetap tenang dan tidak usah panik, terus lakukan tindakan upaya pencegahan untuk mengurangi penyebaran virus ini,” tegasnya.

Bupati mengimbau kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat. Serta mengurangi aktivitas di luar rumah kalau tidak sangat mendesak. “Mari kita berdoa, biasakan pola hidup sehat, ikuti anjuran pemerintah,” tandasnya.

Data pantauan Covid-19 Kebupaten Kebumen, Sabtu (29/3/2020) pukul 15.22, jumlah orang dalam pemantauan  (ODP) sebanyak 1.117 orang. Sedangkan pasien dalam pengawasan  (PDP) sebanyak  34 orang. Sebanyak 28 masih dalam pengawasan, enam orang negatif Covid-19. Sedangkan satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia.


Supriyanto

Tinggalkan Balasan