SM/Dok - KONFERENSI PERS : Konferensi pers yang diselenggarakan di sekretariat bersama (sekber) pemenangan Bung Tomo, Kamis (10/12).

PURWOREJO, SM Network – Kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Purworejo, Kuswanto-Kusnomo (Bung Tomo) dan Agus Bantian-Yuli Hastuti (Bayu) saling mengklaim kemenangan dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Purworejo tahun 2020. Sementara pasangan Agustinus Susanto dan Rahmat Kabuli (Asli) lebih menahan diri menunggu hasil penghitungan resmi dari KPUD Purworejo.

Juru bicara tim pemenangan Bung Tomo, RM Abdullah mengatakan, pasangan calon bupati dan wakil bupati Purworejo nomer urut 02 menang tipis atas pasangan nomer urut 03 (Agus Bantian-Yuli Hastuti) dengan selisih suara

131 suara dengan memperoleh 143.349 suara. Sedangkan paslon nomoer 03 mendapat 143.218 suara. “Suara sah yang masuk dalam perhitungan Bung Tomo sebanyak 402.013 suara,” kata Abdullah didampingi jubir sekber Toha Mahasin dalam konferensi pers yang

diselenggarakan di sekretariat bersama (sekber) pemenangan Bung Tomo, Kamis (10/12).

Abdullah menjelaskan, hitungan tersebut berdasarkan hasil hitungan cepat yang dilakukan oleh tim pemengangan Bung Tomo. Hitungsn berdasar formulir C 1 dan foto C 1 plano yang disampaikan para saksi di TPS. “Data tersebut bersumber dari 1.879 TPS dari 1.901 TPS di seluruh Purworejo,” jelasnya.

Berdasar data itu, kata Abdullah, paslon 01 unggul di Kecamatan Kaligesing dan Bagelen dengan perolehan 115.446, paslon 02 di Kecamatan Bener, Gebang, Kemiri, Pituruh, Butuh, Kutoarjo, dan Bruno. Sementara paslon

03 menang di Kecamatan Loano, Grabag, Purwoadi, Ngombol, Bayan, Banyuurip, dan Purworejo. ” Berdasarkan hitungan itu, kami menilai kekuatan 02 dan 03 relatif berimbang. Suara paslon 02
masih bisa bertambah seiring selesainya rekapitulasi tim data paslon,” katanya.

Meski unggul dalam versi hitungan cepat yang dilakukan tim pemenangan, pasangan Bung Tomo belum akan melakukan dekkarasi kemenangan. Tim pemenangan masih akan menunggu hasil resmi rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPUD Purworejo. “Bagi kami, sebelum ada pengumuman hasil resmi dari penyelenggara pemilu, belum akan deklarasi. Kami menjaga betul marwah pemilu ini, kami jaga betul suasana kepatutan para penyelenggara pemilu agar dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” tegas anggota DPRD Kabupaten Purworejo ini.

Abdullah berharap setiap paslon menahan diri dan menyimpan datanya baik-baik untuk digunakan saat perhitungan surat suara di KPU kabupaten. Paslon 02 akan bersyukur apabila hasil perhitungan resmi sama dengan data yang dimiliki.

Paslon yang diusung Partai Nasdem, PKB dan PPP ini akan merangkul pasangan lain dan mengakomodir ide-idenya dalam membangun Purworejo.

“Namun jika yang terjadi sebaliknya, kami akan beri selamat dan dukungan kepada yang lain. Soal kemungkinan gugatan, kami lihat dulu bagaimana proses perhitungannya, dan jika kami menemukan fakta terjadinya penggelembungan suara yang berakibat perubahan hasil perolehan pada masing-masing paslon, tentu sebagai warga negara yang baik, kami akan menempuh proses (sengketa) itu,” tandasnya.