Pasangan Bacalon Diharap Lengkapi Persyaratan Sebelum Pendaftaran

MAGELANG, SM Network – Waktu pendaftaran bakal calon (bacalon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 semakin dekat. Pendaftaran dijadwalkan pada Jumat-Minggu, 4-6 September mendatang di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

KPU Kota Magelang pun menghimbau kepada pasangan Bacalon yang akan mendaftar untuk melengkapi berkas-berkas yang menjadi syarat pencalonan maupun syarat calon itu sendiri. Bahkan, diharap semua persyaratan sudah lengkap saat mendaftar.

“Biasanya ada saja syarat yang kurang saat mendaftar. Memang ada masanya untuk perbaikan atau melengkapi syarat-syarat itu, tapi agar tidak repot di kemudian hari sebaiknya mulai sekarang dilengkapi dan saat mendaftar semuanya sudah beres,” ujar Ketua KPU Kota Magelang, Basmar P Amron saat rapat koordinasi persiapan pendaftaran pasangan Bacalon dalam Pilkada 2020 di aula kantor setempat, Rabu (19/8).

Dia menuturkan, tahapan pendaftaran pasangan bakal calon dimulai saat diumumkan pada 28 Agustus mendatang. Kemudian pendaftaran dilakukan pada 4-6 September di kantor KPU dan sejak tgl 4 September juga dilakukan verifikasi persyaratan pencalonan dan syarat calon hingga 22 September.

“Di tengah-tengah jadwal itu ada waktu perbaikan atau melengkapi persyaratan sebelum nanti akan ditetapkan pasangan calonnya pada 23 September. Pada tiga hari pendaftaran itu kami harap semua berkas sudah beres,” katanya.

Sehari setelah penetapan pasangan calon atau tanggal 24 September, kata Basmar, akan langsung dilakukan pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon. Baik saat pendaftaran maupun pengundian nomor urut diwajibkan bagi pasangan calon untuk hadir secara pribadi.

“Momen paling menarik tentu saat pendaftaran, karena di waktu itu kita akan tahu siapa yang akan maju dalam kontestasi Pilkada. Termasuk momen menarik saat pengundian nomor urut, sehingga wajib hadir bagi pasangan calon. Boleh tidak hadir asal menunjukkan alasan kuat disertai surat yang sah,” jelasnya.

Basmar menambahkan, pihaknya sudah membuka diri untuk partai politik pengusung atau tim sukses pasangan bacalon berkonsultasi terkait persyaratan pencalonan dan syarat calon. Selama jam kantor pihaknya siap membantu dalam hal kelengkapan persyaratan tersebut.

“Silahkan datang saja untuk konsultasi. Sejauh ini sudah ada parpol pengusung pasangan Bacalon yang aktif ke kantor untuk konsultasi,” tuturnya.

Terkait tes kesehatan, Basmar menyebutkan, Pilkada kali ini untuk tempat tes kesehatan pasangan calon di Rumah Sakit Muwardi Solo. Hal ini mengingat tempat tes kesehatan harus rumah sakit yang bertipe A.

“KPU Provinsi Jawa Tengah yang menentukan rumah sakitnya, dan kita mendapat tempat di RS Muwardi Solo. Secara umum tes kesehatannya sama seperti sebelumnya, namun ada tambahan tes swab karena kita berada di masa pandemi Covid-19,” paparnya.

Sementara itu, hingga saat ini baru ada satu pasangan bacalon yang muncul ke publik, yakni pasangan dr HM Nur Aziz dan KH Mansyur Siraj (Aman). Pasangan ini diusung Partai Demokrat, Golkar, dan PKS. Adapun PDI Perjuangan yang memiliki suara terbanyak dan mampu mengusung pasangan bacalon sendiri belum mengumumkan siapa yang mendapat rekomendasi dari DPP.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan