Parkir di Trotoar, Sepeda Motor Diangkut Petugas

MAGELANG, SM Network – Kawasan trotoar Jalan Tidar dan Jalan Pemuda masih menjadi langganan pelanggaran parkir sembarangan. Petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub), Polres, dan Satpol PP Kota Magelang pun tak bosan menindak tegas kendaraan yang melakukan pelanggaran.

Plt Kepala Dishub Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana mengatakan, dalam operasi kawasan tertib lalu lintas (KTL), Jumat (21/2), pihaknya menjaring sejumlah kendaraan yang melanggar. Di antaranya satu unit sepeda motor tanpa diketahui pemiliknya parkir di trotoar Jalan Pemuda.

Lalu di Jalan Tidar, pihaknya menilang lima unit sepeda motor parkir di trotoar, satu unit mobil parkir sembarangan, dan satu unit sepeda motor melawan arus. Tindakan penilangan ini diambil sebagai efek jera kepada para pelanggar.

“Kita menggelar operasi di sepanjang Jalan Tidar, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Pahlawan, Jalan A Yani, Jalan Pemuda, dan Jalan Jend Sudirman. Pelanggar paling banyak di Jalan Tidar dan Jalan Pemuda,” ujarnya di sela operasi.

Dia menuturkan, dalam operasi rutin ini selain menilang pelanggar juga memberikan pembinaan kepada pemilik usaha di kawasan tersebut agar karyawannya tidak parkir di trotoar. Begitu pula kepada petugas parkir untuk menata parkir sesuai aturan yang berlaku.

“Kami tegaskan juga kepada petugas parkir agar selalu menggunakan atribut dan mengenakan sepatu saat bertugas. Meski petugas parkir, tapi secara penampilan harus terlihat rapi, tertib, dan bila perlu wangi,” katanya.

Menurut Singgih, razia ini dilakukan secara terus menerus untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas akibat pelanggaran parkir di sembarang tempat. Meski begitu, masih saja banyak pelanggaran yang ditemukan oleh petugas. 

“Pelanggaran parkir di zona terlarang seperti trotoar dan garis marka kuning masih ada. Pejalan kaki terpaksa melintasi bahu jalan, dan itu sangat berbahaya. Sudah berkali-kali kita rutin menggelar operasi KTL, tapi pelanggaran masih tetap ada,” ungkapnya.

Tingginya angka pelanggaran ini membuat petugas perlu memberikan tindakan tegas berupa sanksi tilang. “Nyatanya parkir di daerah terlarang masih kita jumpai. Tapi kami akan terus memberikan sosialisasi kepada pengendara dan petugas parkir mengenai arti tertib berkendara di Kota Magelang,” imbuhnya.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan