Pariwisata di Sleman terimbas wabah virus corona. (istimewa)

SLEMAN, SM Network – Meski Indonesia relatif aman dari wabah virus corona, namun imbasnya dirasakan oleh berbagai lini usaha. Salah satu yang terdampak adalah sektor pariwisata.

Pukulan cukup telak dirasakan pula oleh pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Sleman. Beberapa event sekala besar terpaksa ditunda termasuk Jogja International Travel Mart 2020 yang sedianya dijadwalkan tanggal 30 Maret-1 April.

“Namun karena kondisinya memang tidak memungkinkan dilaksanakan, maka diundur tanggal 15-18 Juni. Pertimbangannya untuk mewaspadai penyebaran virus corona,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman saat dihubungi suaramerdeka.com, Minggu (1/3).

Selain pemunduran jadwal event, isu wabah corona juga menyebabkan jumlah kunjungan tamu asing ke sejumlah hotel menurun drastis. Calon wisatawan asing banyak yang membatalkan kunjungan lantaran kebijakan imigrasi dari negara asal maupun pemerintah Indonesia.

Ning mengemukakan, ada salah satu hotel di Sleman yang mempunyai jadwal tamu reguler dari China sebanyak dua kali tiap bulan dengan pesanan 25 kamar selama dua malam. Kunjungan tamu itu dibagi dalam dua kloter. Rata-rata jumlahnya adalah 100 kamar per bulan pada periode Januari dan Februari.

“Itu artinya pada awal tahun ini kita sudah kehilangan 100 kamar tiap bulannya. Kalau dibandingkan dengan okupansi tahun lalu, ada penurunan sekitar 15 persen,” beber Ning.

Untuk meminimalisir dampak ekononi dari lesunya kunjungan wisatawan asing sejak isu merebaknya virus corona, beberapa strategi telah disiapkan oleh pihak Dispar Sleman. Di antaranya penguatan peran serta dan sinergi unsur pentahelic pariwisata, serta penguatan branding yakni Sleman the Living Culture dan Sleman 1.000 Candi.

Cara lainnya adalah melakukan promosi atau pameran di luar kota yang potensial, dan menyelenggarakan travel dialog dengan melibatkan pelaku usaha jasa pariwisata dan pengelola destinasi.

“Kami juga upayakan memperkuat event-event tematik seperti sport tourism, musik, atau shopping untuk memaksimalkan kunjungan wisatawan lokal,” terangnya.

Pada bulan Maret ini, tepatnya tanggal 6,7,8 Maret, Dispar akan menggelar event Sleman Gumyak yang merupakan bagian dari Jogja Heboh di Wisdom Park UGM. Pembukaan Jogja Heboh sudah dilakukan pada 2 Februari lalu dengan meluncurkan great sale pada sejumlah pertokoan besar yang ada di wilayah Sleman, dan kabupaten/kota lainnya di DIY.

“Event dan great sale serentak tersebut merupakan salah satu upaya kami mengundang wisatawan berkunjung ke Sleman,” pungkasnya.


(Amelia Hapsari/CN40/SM Network)

6 KOMENTAR