SM/dok : Sukamdi

YOGYAKARTA, SM Network – Wabah virus corona yang kian meluas berdampak pada perantau, terutama yang bekerja di Jakarta. Tidak sedikit yang memilih mudik ke kampung halamannya. Kondisi ini berpotensi penyebaran virus makin masif ke dareah-daerah. Pasalnya, mereka yang berasal dari daerah rawan berpotensi memperluas penyebaran virus.

Pakar Migrasi dan Kependudukan UGM, Dr Sukamdi MSc menyebutkan terdapat beberapa hal yang patut diantisipasi terkait banyaknya perantau yang pulang kampung karena wabah korona. Salah satu yang utama, memantau ketat pemudik dari daerah pusat endemi virus corona.

”Mereka yang pulang dari daerah pusat endemi perlu dimonitor secara ketat karena ini sangat rfawan,” saran Sukamdi. Selain itu, monitoring juga perlu dilakukan kepada individu yang pergi ke daerah lain.

Misalnya, orang Yogyakarta pergi beraktivitas ke Solo atau tempat lainnya terutama yang menjadi daerah sebaran virus korona. Ia mengatakan untuk memantau pergerakan baik penduduk yang datang dari luar daerah maupun yang pergi ke luar daerah lebih mudah dilakukan melalui sistem informasi.

Sistem informasi yang sederhana dapat dilakukan untuk memonitor gerakan penduduk yang keluar masuk wilayah tertentu. Ini bisa dimulai dari tingkat RT dan dikompilasi masuk ke dusun dan seterusnya. Tentu perlu kerja keras dan cepat. Data Lengkap Sukamdi menggagas sistem informasi tersebut memuat data secara lengkap, waktu pergi, tujuan pergi, berapa lama, waktu pulang dan dilengkapi identitas diri yakni usia, jenis kelamin, serta pekerjaan.

Dalam sistem ini ada dua komponen yang harus ada yaitu yang bisa diakses publik seperti jumlah yang datang dan pergi dan akses terbatas bagi pengambil kebijakan seperti yang memiliki gejala Covid-19. ”Sistem seperti ini nantinya dapat direplikasi ke tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten dan menjadi pegangan pengambil kebijakan,” tandasnya.

Ia menyontohkan saat ini di tempat tinggalnya di Dusun Sedan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman juga tengah berupaya membangun sistem informasi terkait pergerakan penduduk yang datang dan pergi. Dalam membangun sistem perlu melibatkan generasi muda guna mengatasi kendala gagap teknologi.

Selain membangun sistem informasi, Sukamdi menekankan perlunya membangun jaring pengaman sosial bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin. Hal ini bisa dilakukan dengan menggerakan komunitas atau masyarakat sekitar.


Agung PW/Kim

4 KOMENTAR