Pandemi Mendorong Orang Lebih Bersolidaritas

YOGYAKARTA, SM Network – Wabah Covid-19 meluluhlantakkan berbagai sendi kehidupan. Semua orang dari kalangan apa saja terkena dampaknya. Kondisi tersebut mendorong masyarakat bersolidaritas, saling membantu karena merasakan penderitaan yang sama. Inilah yang terungkap dalam seminar daring Campus Ministry Universitas Sanata Dharma (USD) yang mengambil tema ”Membangun Persaudaraan Sejati atas Dasar Kemanusiaan”.

Dua pembicara menyampaikan gagasannya, Nikolas Kristiyanto SJ selaku Dosen Program Studi Filsafat Keilahian Fakultas Teologi USD dan Ahmad Shalahuddin M sebagai Fasilitator Young Interfaith Peacemaker Community Yogyakarta. Seminar digelar untuk memahami ”Ensiklik Fratelli Tutti” dan menemukan maknanya dalam kehidupan orang-orang muda di tengah kehidupan masyarakat Indonesia.

Seminar juga menyediakan ruang bagi mahasiswa lintas agama di USD untuk berdialog bersama. Nikolas mengungkapkan Ensiklik Fratelli Tutti muncul akibat keresahan yang timbul di masa pandemi. Istilah Fratelli Tutti merujuk pada kebersamaan masyarakat dunia. Penyelesaian masalah, keresahan, dan kesulitan hidup yang muncul akan membutuhkan orang lain.

Permasalahan global yang dihadapi dunia yaitu wabah virus corona, juga harus diselesaikan secara bersama-sama. Tingkatkan Kemanusiaan ”Paus Fransiskus mengajak sebagai satu keluarga umat manusia, untuk saling berjabat tangan meningkatkan kemanusiaan,” ujar Nikolas. Fratelli Tutti sangat relevan dengan situasi kaum muda saat ini. Kaum muda sudah terbiasa dengan teknologi dan sosial media yang membuat mereka menjadi terbuka terhadap situasi dunia dan mengkritisinya.

Menurut Nikolas semua dipanggil untuk mencintai semua orang tanpa kecuali. Dalam pemaparannya, ia mengutip perkataan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmad Al-Tayyeb bahwa agama-agama tidah memicu peperangan, sikap penuh kebencian, permusuhan, dan ekstrimisme.

”Tuhan, Yang Mahakuasa, tidak perlu dibela oleh siapapun da tidak ingin nama-Nya dipakai untuk meneror orang lain karena semua umat manusia adalah saudara,” tandasnya.

Ahmad Shalahuddin menambahkan pandangannya sebagai seorang muslim terhadap kristiani. Ia ingin membawa semua orang untuk menjadi pribadi yang memiliki pikiran lebih terbuka terhadap iman lain. Baginya, Fratelli Tutti berpijak pada sama-sama manusia dan bersaudara.

”Ensiklik Fratelli Tutti membawa kita ke dalam dialog yang umumnya kita temukan persamaan sebagai sesuatu yg menguatkan. Perbedaan bukan merupakan alasan untuk berselisih tetapi justru untuk memperkaya satu sama lain,” tegasnya. Ia memberi contoh nyata, Covid-19 adalah tantangan bersama terhadap solidaritas sebagai manusia dan membuat individu lebih menghargai satu sama lain. Ia menyampaikan kutipan ”mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudara dalam kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan