Pandemi, Jumlah Anak Yang Lakukan Khitan Menurun

PURWOREJO, SM Network – Jumlah anak yang melakukan khitan di masa pandemi Covid-19 saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal itu disinyalir terjadi karena tekanan ekonomi yang dirasakan mayoritas masyarakat.

“Menurut data dari Asosiasi Dokter Khitan Seluruh Indonesia (ASDOKI), jumlah anak yang melakukan khitan di masa pandemi ini mengalami penurunan yang cukup signifikan jik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, seuasai acara Khitan Ceria di Kampung Siaga di Kantor Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Purworejo, Minggu (26/7).

Penurunan jumlah anak yang melakukan khitan tersebut, lanjutnya, disinyalir karena tekanan ekonomi yang dirasakan oleh mayoritas masyarakat, sehingga mereka menunda pelaksanaan khitan untuk anak laki-lakinya. Padahal, khitan merupakan salah satu tuntunan dalam ajaran agama Islam.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Desa Krandegan sebagai salah satu Pilot Project Kampung Siaga Candi meresponsnya dengan mengadakan acara Khitan Ceria di Kampung Siaga untuk memfasilitasi anak-anak melakukan khitan gratis. Menurut Dwinanto, acara ini merupakan salah satu aksi nyata Desa Krandegan sebagai pilot project Kampung Siaga Candi dalam membantu masyarakat dari dampak Pandemi Covid-19.

“Ini bukti nyata kerjasama kami dengan jajaran kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah, dan pihak swasta sebagai donatur. Kami berharap bisa terus mengabdi dan melayani sebaik mungkin kepada masyarakat,” katanya.

Selain dihadiri oleh 13 anak-anak yang khitan beserta orangtuanya, hadir pula Kasat Binmas Polres Purworejo, AKP Prayogo mewakili Kapolres Purworejo, Camat dan Forkopimcam Bayan, serta sejumlah lembaga donatur. Panitia juga menghadirkan Pak Bhabin dan Bu Bhabin yang merupakan tokoh dalam video-video di YouTube yang kehadirannya dinantikan oleh anak-anak.

“Selain diberikan fasilitas khitan gratis, semua peserta juga mendapat kesempatan foto bareng Pak Bhabin dan Bu Bhabin, dan mendapat bingkisan dari Polres, Happy Sunat, dan S3,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Happy Sunat selaku donatur utama juga mengenalkan layanan Khitan Go Sunat, dimana proses khitan dilakukan di dalam mobil dan bisa dilakukan di manapun dikehendaki. Dokter Arif Budi Santoso yang merupakan warga Desa Krandegan dan pemilik Happy Sunat juga mengenalkan metode baru dimana selesai khitan, langsung kering, bisa aktivitas normal, dan kontrol cukup melalui WA.

“Selain Happy Sunat, donatur lain yang terlibat adalah S3, Koppontren Nuurul Waahid, KSPPS BMT An-Nuur, dan KSPPS BMT Binamas,” imbuh Dwinanto.


Panuju Triangga

2 Komentar

  1. 406478 924762noutati interesante si utile postate pe blogul dumneavoastra. dar ca si o paranteza , ce parere aveti de inchiriere vile vacanta ?. 210538

  2. 211354 24618Its perfect time to make some plans for the future and its time to be pleased. Ive read this post and if I could I wish to suggest you some interesting issues or suggestions. Possibly you can write next articles referring to this write-up. I want to read even more points about it! 163481

Tinggalkan Balasan