Pandemi, Festival Langen Carito Tanpa Penonton

SLEMAN, SM Network – Tujuh belas kontingen seni budaya dari 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman mengikuti ajang Festival Langen Carito 2020. Langen carito adalah sebuah pementasan cerita atau teater yang berupa gabungan tarian dan tembang diiringi seperangkat gamelan.

Berbeda dari lazimnya, festival kali ini dihelat tanpa penonton lantaran masih berada di tengah situasi pandemi Covid-19. Pada hari pertama, Sabtu (1/8), pementasan yang digelar di Gedung Kesenian Sleman ini menampilkan 8 kontingen, dan hari berikutnya sebanyak 9 kontingen.

“Penyelenggaraan festival ini dibiayai dengan dana keistimewaan DIY. Selama acara, tidak ada penonton di dalam gedung, hanya dewan juri dan petugas saja. Itupun tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman Aji Wulantara.

Meski tanpa penonton, masyarakat tetap bisa menikmati penampilan para peserta melalui siaran live streaming di chanel youtube Disbud Sleman. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi tontonan yang menarik bagi anak-anak di rumah, sehingga tidak hanya bermain game saja.

“Penyelenggaraan festival ini bertujuan untuk menciptakan iklim kreatif bagi pengembangan seni tradisi, serta menumbuhkan gagasan menarik tentang langen carito di tengah budaya masyarakat. Kita perlu mempopulerkan kembali seni tradisi agar tidak musnah,” ucapnya.

Setelah dilakulan penilaian oleh tiga anggota juri, juara I diraih oleh kontingen Kecamatan Mlati Sanggar Tari Kembang Sakura dengan Lakon Sang Ati. Posisi juara II dan III, berturut-turut ditempati kontingen Kecamatan Kalasan dan Prambanan yang membawakan lakon Aryo Penangsang Gugur, dan Penangsang Leno.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan