Pandemi Covid-19, Aktivitas Bersepeda di Magelang Meningkat

MAGELANG, SM Network – Di tengah pandemi Covic-19, aktivitas bersepeda di Magelang cenderung mengalami peningkatan. Tidak sedikit masyarakat keluar dari rumah dengan bersepeda baik untuk menuju tempat kerja maupun ke tempat-tempat tertentu yang biasanya asyik untuk berfoto-foto.

Meski baik untuk kesehatan, tapi tak jarang yang melanggar atau bahkan mengabaikan protokol kesehatan. Seperti tidak memakai masker, berkerumun, dan tidak jaga jarak. Tak sedikit pula yang mengabaikan keselamatan bersepeda. Aktivis bersepeda dari komunitas Bike to Work Magelang, Siska Sri Yoga mengatakan, tren bersepeda baik untuk ke tempat kerja (bike to work), hiburan/hobi, maupun mobilitas memang sedang naik di tengah pandemi Covid-19 ini. Namun, di sisi lain tingkat pelanggarannya juga cenderung tinggi.

“Misalnya melanggar tanda lampu lalu lintas. Kalau pas lampunya merah yang berhenti, seperti kendaraan lainnya. Lalu melanggar protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker, tidak jaga jarak, dan berkerumun,” ujarnya, Senin (15/6). Pria yang juga ASN di Kecamatan Magelang Utara ini pun menyayangkan banyak peseda yang cenderung abai dengan protokol kesehatan. Tak jarang terdengar cerita banyak pesepeda berkerumun atau nongkrong di suatu tempat, padahal hal itu membahayakan.“Padahal, dari komunitas secara nasional Bike to Work Indonesia dan kedokteran olahraga sudah memberikan panduan bersepeda di tengah pandemi Covid-19. Seperti bersepeda di jalur sepi, pakai masker, cukup anggota keluarga, tidak berkerumun, dan hindari keramaian,” katanya.

Menurutnya, aktivitas bersepeda saat ini sangat penting, karena dapat meningkatkan imunitas tubuh. Apalagi, bersepeda di kawasan yang udaranya masih segar. Imunitas ini penting sebagai upaya agar terhindar dari virus corona. “Ini yang terus kita kampanyekan agar kawan-kawan pesepeda tetap mematuhi protokol kesehatan. Dari komunitas, kami menahan diri untuk tidak bersepeda secara beramai-ramai. Kita bersepeda sendiri atau dengan anggota keluarga, tidak nongkrong, kalaupun berhenti untuk minum saja,” jelasnya.

Yoga yang juga aktif di komunitas Magelang Bike ini pun berharap ada katerlibatan dari pemerintah untuk giat sosialisasi ke masyarakat pesepeda ini. Seperti yang dicontohkan Pemkot Bandung yang datang menemui pesepeda.“Pemkot harus aktif sosialisasi ke masyarakat, termasuk pesepeda melalui komunitas. Memang sempat ada pembubaran yang nongkrong-nongkrong di sekitar alun-alun oleh aparat, tapi itu saja tidak cukup. Termasuk perlu sekali menyediakan sarana khusus pesepeda,” paparnya.

Terpisah, Alda (30), salah satu pesepeda mengaku, kegiatan bersepeda hampir dilakukan setiap hari. Utamanya pada siang menuju sore hari dan berkeliling ke tempat-tempat yang asyik, seperti kawasan Alun-alun Kota Magelang, Pecinan, bahkan sampai kawasan Borobudur. “Gabut di rumah saja. Maka, kami hampir tiap sore keliling kota, bahkan sampai ke Sawitan dan Borobudur. Biasa cari spot-spot yang menarik untuk foto-foto, seperti alun-alun, pecinan, dan pernah di persimpangan Trio saat jalannya masih ditutup,” ungkapnya.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan