ilustrasi

YOGYAKARTA, SM Network – Pandemi Covid-19 tidak hanya memunculkan persoalan ekonomi namun juga sosial. Beberapa waktu belakangan, gelandangan dan pengemis mulai bermunculan di ruas jalan wilayah Yogyakarta.

Keberadaan mereka tidak luput dari pantauan aparat Satpol PP DIY. Tapi di tengah kondisi wabah penyakit ini, Pemda DIY tidak bisa berbuat banyak. Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana mengungkapkan, dalam situasi normal, para gelandangan dan pengemis biasanya ditempatkan di camp assesment yang dikelola oleh Dinas Sosial DIY.

Namun selama pandemi Covid-19, camp tersebut ditutup. “Dari data, pengemis dadakan itu berasal dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka memang sengaja datang untuk menunggu donatur memberikan sembako di pinggir jalan,” katanya, Rabu (29/4).

Persoalan ini juga telah dirapatkan oleh tim Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY. Rakor pada Rabu (29/4) itu dihadiri oleh unsur Satpol PP, TNI, dan polisi.

Berdasar hasil rapat, tim mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan bantuan dalam bentuk apapun termasuk uang dan barang kepada pengemis dan gelandangan yang berada di pinggir jalan. Jika hendak memberikan sumbangan, disarankan untuk diprioritaskan bagi warga di lingkungan sekitar tempat tinggalnya masing-masing.

“Imbauan ini sebenarnya sudah diatur di dalam Perda DIY Nomer 1 Tahun 2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis. Kebijakan itu berlaku sejak 1 Januari 2015,” tukas Biwara.

Terpisah, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, pihaknya tidak bisa menghalangi jika ada ormas atau siapapun yang hendak membagi sembako secara langsung. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Semisal terlebih dulu memberitahukan kegiatan penyaluran bantuan tersebut kepada dukuh atau polsek, sesuai level jangkauan bantuan. “Perhatikan pula soal jaga jarak, tidak menimbulkan kerumunan, dan faktor keamanan kegiatan, serta selalu menggunakan masker,” ucapnya.


Amelia Hapsari