ilustrasi

SLEMAN, SM Network – Meski tengah dilanda pageblug corona, kegiatan pertanian dipastikan tetap berlangsung. Keberlangsungan aktivitas pertanian itu demi mewujudkan ketahanan pangan.

“Memang saat ini kita sedang perang melawan Covid-19, dan ada anjuran untuk tetap di rumah. Namun untuk kegiatan menanam padi tetap perlu dilakukan langsung (turun ke sawah), yang paling penting adalah memperhatikan aspek pencegahan virus corona,” kata Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Jumat (24/4).

Dia menambahkan, dengan melakukan langkah pencegahan yaitu memakai masker dan menjaga jarak, kegiatan menanam padi tetap dapat dilakukan oleh petani di ladangnya. “Waktunya panen tetap panen, waktunya menanam tetap menanam. Nandur sing dipangan, mangan sing ditandur,” katanya.

Muslimatun menilai, para petani yang melakukan kegiatan pertanian telah memahami langkah dalam pencegahan Covid-19. Dari pantauannya di beberapa wilayah, tampak sejumlah petani berkegiatan dengan memakai masker dan menjaga jarak, bahkan dilakukan pembagian waktu sehingga meminimalisir terjadinya kerumunan.

Upaya menjaga ketahanan pangan ini diamini pula oleh kalangan petani. Contohnya Kelompok Tani Sayuran ‘Rukun Manunggal’ di Karanggawang, Mororejo, Tempel yang berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan

“Tanah-tanah yang ada kita optimalkan penggunaannya. Apapun yang bisa ditanam, contohnya benih ketela, kita tanam di pinggir-pinggir lahan,” kata salah satu anggota, Kamidi (44).

Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dampak terburuk, dengan mengupayakan ketahanan pangan. “Kami berharap hasil pertanian dapat mencukupi kebutuhan warga, paling tidak untuk keluarga sendiri dan lingkungan sekitar,” ucapnya.


Amelia Hapsari/Kim