SM/Dananjoyo : Pengunjung mengamati karya seni saat pameran yang bertajuk "Out of Place: (De)stereotyping Iqi's Arabism" di Jogja Galeri, DI Yogyakarta, Kamis (10/9).

JOGJAKARTA, SM Network – Seniman Iqi Qoror menggelar pameran tunggal bertajuk “Out of Place: (De)stereotyping Iqi’s Arabism”. Dalam kesempatan ini, Iqi menceritakan, ketidaksenangan dirinya diasosiasikan dengan Arab, Ia merupakan seorang keturunan Arab dan Jawa.

Dalam pameran ini ia mencoba lebih membuka diri, untuk mencoba lebih belajar lagi tentang keluarga besarnya, lebih ke arah kultural.

SM/Dananjoyo : Pengunjung mengamati karya seni saat pameran yang bertajuk “Out of Place: (De)stereotyping Iqi’s Arabism” di Jogja Galeri, DI Yogyakarta, Kamis (10/9).

Seperti halnya dalam pameran-pamerannya sebelumnya, Ia juga ingin mencari tahu tentang dirinya seutuhnya.

Di antara karya-karya yang dipamerkan, ada instalasi bunyi yang merupakan karya paling berkesan. Ketika sesorang masuk ke dalam instalasi tersebut, akan ada suara yang muncul.

Dalam karya ini ia ingin menyampaikan, secara personal kurang sepakat dengan ide pengetahuan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi hanya melalui cerita, bukan melalui sesuatu yang tertulis.

SM/Dananjoyo : Pengunjung mengamati karya seni saat pameran yang bertajuk “Out of Place: (De)stereotyping Iqi’s Arabism” di Jogja Galeri, DI Yogyakarta, Kamis (10/9).

Sementara itu, “Tugu Banal”, sebuah mobil yang dipotong menjadi beberapa bagian dan disusun ke atas, menjadi karya paling menarik perhatian.

Ia ingin menceritakan budaya yang disebarkan menurutnya sangat rigid, presisi, dan terkontrol. Ia mencoba menganalogikan itu dengan sesuatu yang bersifat keseharian, yakni mobil, yang sangat manufaktural.

Diasosiasikannya dengan mobil di mana ada kesatuan utuh yang sangat presisi, ia belah-belah dan ia coba untuk membangunnya menjadi sesuatu yang baru.

Karya lain tidak kalah menarik, baik instalasi maupun lukisan.

Pameran dapat dikunjungi secara langsung, dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Sebelum menyaksikan pameran, pengunjung dipersilakan melakukan registrasi secara daring atau luring. Pameran berlangsung 9 hingga 18 September 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here