Pameran ‘Kondimen’ di Tengah Pandemi

JOGJAKARTA, SM Network – Menyikapi fenomena pandemi COVID-19, membuat dua seniman Jogja, Eko Codit dan Alfin Agnuba menggagas pameran bertemakan ‘Kondimen’. Tema pangan diangkat di tengah pandemi, bagaimana mereka harus bertahan ketika geliat seni rupa yang masih pasif.

Karya-karya yang dikemas secara satir atas konsumtif pangan, dihadirkan kembali dengan tujuan untuk menguatkan teman-teman agar tetap berjuang dan mendapatkan energi positif di situasi dan ketidakpastian akibat pandemi Covid-19.

SM/Dananjoyo – PAMERAN : Pengunjung mengamati karya seni rupa milik Eko Codit dan Alfin Agnuba yang bertema ‘Kondimen’, yang di pamerkan di ARTSPACE area lobby hotel Artotel, di DI Yogyakarta, Kamis (3/9).

Situasi ini mengingatkan manusia untuk bertahan dan beradaptasi setiap hari. Semakin banyak fenomena baru yang viral dan virtual, dianggap menjadi pengalihan positif dengan maksud saling mendukung di masa yang sulit.

Salah satu yang sedang tren di sebagian besar individu seni saat ini yakni menjual jajanan atau makanan secara online yang menjadi pilihan instan.

Keadaan tersebut membuat Eko Codit menuangkan idenya dalam berkarya dengan memperlihatkan representasi visual tentang kudapan tradisional. Salah satunya karyanya yang berjudul ‘Luwit Fitom’ merupakan permainan kata akan sebuah merek pakaian. Namun yang dimaksud oleh Codit yakni ‘Motif Tiwul’. Merupakan peristiwa yang menggusur budaya tradisi atas pangan ke arah budaya modern dengan kudapan impor.

SM/Dananjoyo – PAMERAN : Pengunjung mengamati karya seni rupa milik Eko Codit dan Alfin Agnuba yang bertema ‘Kondimen’, yang di pamerkan di ARTSPACE area lobby hotel Artotel, di DI Yogyakarta, Kamis (3/9).

Sedangkan Alfin Agnuba bercerita tentang sebuah fenomena atas perayaan kenaikan harga pangan primer pada selebraasi agama setiap tahun yang tidak sebanding dengan nilai yang didapat oleh sumber daya manusia yang mengolahnya.

Art Director ARTOTEL Group, Windi Salomo menjelaskan bahwa karya-karya mereka yang dikemas secara satir atas konsumtif pangan, dihadirkan kembali dengan tujuan untuk menguatkan teman-teman agar tetap berjuang di masa pandemi. “ARTOTEL Yogyakarta akan selalu menyelenggarakan pameran seni yang terkait dengan situasi dan kondisi di sekitar kita,” terangnya.

Ia berharap para tamu hotel ataupun pengunjung dapat menikmati lukisan tersebut. “Semoga mendapatkan energi yang positif di situasi dan ketidakpastian akibat pandemi ini,” tambahnya.

Pameran lukisan karya Codit dan Alfin ini dapat dinikmati oleh para tamu hotel dan masyarakat Yogyakarta sampai tanggal 10 Oktober 2020.

Eko Codit dan Alfin Agnuba merupakan lulusan ISI Yogyakarta. Mereka tinggal, berkarya, serta sudah mengikuti beberapa program pameran di Indonesia. Kedua perupa ini memiliki karakter sosial lokal Yogyakarta yang kuat pada setiap konsep, gagasan, dan kemampuan teknik visual yang baik dalam berkarya.

Tinggalkan Balasan