SM/dokumentasi - Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia Prof Agus Surono

JAKARTA, SM Network – Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia Prof Agus Surono menyatakan, kerumunan massa di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi saat Presiden Joko Widodo melintas adalah suatu hal yang spontan. Karena itu dia menilai peristiwa tersebut tidak ada unsur pidana.

“Kalau bicara kerumunan, harus dibedakan. Masyarakat datang secara spontan. Tidak ada undangan secara resmi dan khusus dan Presiden tetap mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (2/3).

Menurutnya, kehadiran masyarakat adalah bentuk antusiasme karena ingin melihat dan berkomunikasi dengan Presiden Jokowi. Dia pun membandingkan antara kejadian kerumunan di Maumere dengan Petamburan, Jakarta Pusat. Dalam kerumunan di Petamburan, dia melihat ada suatu kesengajaan dengan suatu ajakan yang menimbulkan perbuatan melawan hukum.

“Berbeda dengan peristiwa yang terjadi di Petamburan yang didahului unsur adanya suatu ajakan dan undangan secara khusus. Ini yang harus dibedakan dan konsekuensi hukumnya berbeda,” ujarnya.

Pada peristiwa kerumunan di Petamburan, Provinsi DKI Jakarta kala itu sedang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Artinya, ada unsur pelangggaran hukum sesuai ketentuan UU Kekarantinaan Kesehatan khususnya Pasal 93.
Mengenai langkah penyidik Bareskrim Polri yang menolak laporan masyarakat soal kerumunan di Maumere, dia menilai hal tersebut merupakan langkah yang benar. Sebab, memang tidak ada unsur pidana dalam peristiwa itu.

“Aparat kepolisian mempunyai hak subjektif ya untuk memproses lebih lanjut atau tidak. Karena tak ada perbuatan pidana maka tak perlu ada proses penyidikan,” kata Agus.

Dia juga mengimbau agar masyarakat bisa melihat suatu peristiwa secara utuh. Jika memang informasi yang diterima tidak sesuai fakta, maka dia meminta masyarakat tidak menyebarkannya ke media sosial. “Saat ini banyak hal yang jauh lebih penting untuk diselesaikan. Salah satunya adalah program vaksinasi agar Indonesia bisa terbebas dari Covid-19,” tutupnya.