Pakai Narkotika, Dua Pemuda Dicokok Aparat

MAGELANG, SM Network – Polres Magelang Kota mengungkap dua kasus kepemilikan narkotika jenis tembakau gorila dan sabu-sabu. Dari dua kasus ini, aparat mengamankan dua tersangka berinisial BS (30) asal Kelurahan Magersari dan YW alias Gendok (29) asal Kelurahan Cacaban Kota Magelang.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugroho Ari Setiyawan mengatakan, tersangka BS ditangkap pada 2 Mei 2020 lalu di depan toko Arei Jalan Jend Sudirman. Petugas awalnya mendapatkan informasi di ruas jalan tersebut sering digunakan untuk transaksi jual beli narkotika. “Sekitar sore hari tim kita lakukan penyelidikan dan mendapati gerak-gerik orang yang mencurigakan. Anggota kita mengamankan orang tersebut dan menggeledah badannya. Di tubuhnya ditemukan satu bungkus paket yang diduga berupa narkotika,” ujarnya di kantornya, Rabu (8/7).

Dia menuturkan, narkotika yang ditemukan di tubuh BS berupa tembakau gorila seberat 55,41 gram. Ditemukan dulu pembungkus dengan label TIKI dan selembar bukti resi pengiriman TIKI. Turut diamankan beberapa dokumen lain seperti bukti transfer dan sepeda motor tersangka. “Kami duga tersngka ini baru saja mengambil barang kiriman dari orang lain melalui jasa pengiriman TIKI. Semua barang bukti sudah kita amankan. Pelaku dijerat Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Permenkes nomor 44 tahun 2019 tentang perubahan penggolongan Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara,” katanya.

Adapun kasus kedua, AKBP Nugroho menjelaskan, pelaku YW alias Gendok ditangkap pada 11 Juni 2020 di rumahnya Kampung Jambon Gesikan, Kelurahan Cacaban. Penangkapan bermula ketika petugas mendapat informasi Gendok sering melakukan transaksi jual beli narkotika. “Sehari sebelumnya kita mendapat informasi Gendok sering jual beli narkotika. Lalu kita amati dan dapati orang dengan gerak-gerik mencurigakan. Selanjutnya kita amankan dan geledah tubuhnya. Di tubuhnya ada timbangan digital yang kami curigai untuk menimbang narkotika,” jelasnya.

Pelaku, katanya, setelah diinterogasi mengaku masih menyimpan sabu-sabu di rumahnya. Berikutnya tim menggeledah rumahnya dan menemukan tiga paket sabu beserta alat hisap bong dan barang bukti lainnya. “Kita amankan tiga paket berisi masing-masing 0,19 gram, 0,33 gram, dan 0,25 gram. Barang bukti lainnya cukup banyak yang semua terkait dengan narkotika ini,” tuturnya.

Kapolres menyebutkan, baik tersangka BS maupun Gendok sama-sama sebagai pemakai. Bahkan, BS merupakan residivis kasus serupa dan belum lama keluar dari Lapas. Adapun Gendok juga residivis, tapi dengan kasus tindak pidana ringan (tipiring) berupa kepemilikan minuman keras.“Untuk kedua kalinya ini mereka akan merasakan tahanan. Adapun Gendok kami jerat Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya minimal 4 tahun penjara,” paparnya.


Asef Amani

5 Komentar

  1. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  2. Good one! Interesting article over here. It’s pretty worth enough for me.

  3. 319154 974886Aw, it was a very very good post. In concept I would like to devote writing such as this furthermore,?C spending time and specific function to produce a great article?- nonetheless so what can I say?- I waste time alot and never at all appear to obtain one thing completed. 445276

Tinggalkan Balasan