PAD Pariwisata Anjlok, Hanya Capai 3 Miliar

WONOSOBO, SM Network – Pandemi virus korona (Covid-19) telah meluluhlantakkan semua sendi kehidupan dari hulu ke hilir, termasuk sektor Pariwisata. Imbas penutupan berbagai objek wisata di Wonosobo beberapa waktu lalu, membuat pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Wonosobo dari sektor pariwisata hanya mencapai 3 miliar rupiah. Hal ini meleset jauh dari target awal senilai 6 miliar rupiah.

Selama pandemi, semua objek wisata di kawasan Wonosobo sempat ditutup. Bahkan hingga kini objek wisata air masih ditutup dan belum ditentukan kapan akan kembali dibuka. Hal itu ditempuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang telah mencapai angka 2.000 lebih pasien terkonfirmasi.

Dampak dari penutupan sejumlah objek wisata cukup terasa. Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Wonosobo, Kristiyanto mengatakan, PAD dari retribusi objek wisata hingga Desember 2020 diprediksi hanya mencapai target 50 persen dari angka yang ditetapkan yakni 6 miliar rupiah.

“Selain karena objek wisata kita yang sempat tutup. Wisatawan yang datang juga menurun drastis. Hanya berkisar 30 persen dari jumlah wisatawan yang datang di tahun sebelumnya. Sampai Desember kemungkinan hanya menyentuh angka 3 miliar,” ujarnya saat ditemui usai peluncuran aplikasi jelajah Wonosobo di Ruang Mangunkusumo Setda setempat, kemarin.

Kristiyanto optimis bisa memulihkan sektor wisata dengan mulai berbenah di berbagai sektor. Termasuk aplikasi jelajah Wonosobo yang baru saja di launching, Kamis (12/11) kemarin. Harapanya, dengan pelayanan dan rasa aman bagi wisatawan angka lama tinggal wisatawan di Wonosobo akan meningkat.

“Meskipun turun, harapan kami nantinya angka lama tinggal bisa meningkat dengan lebih dari sehari. Kita terus berbenah, termasuk protokol kesehatan di semua tempat wisata. Harapanya wisatawan tetap bisa berwisata dengan aman. Semoga di 2021 kita bisa kembali ke target 6 Miliar Rupiah per tahun,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan