Oyek Asal Kalibening Tembus Pasar Asia

KARANGGAYAM, SM Network – Oyek, makanan berbahan singkong yang sering dicibir kampungan ternyata sudah dikenal di seluruh Indonesia. Bahkan asal Desa Kalibening, Kecamatan Karanggayam, Kebumeb telah menembus pasar Asia.

Produk tersebut dikelola oleh M Rosyidin dan istrinya, Siti, warga Desa Kalibening, Dukuh Domas RT 005 / RW 002.

Menurut Rosy, meski diproduksi dengan cara-cara yang masih tradisional, namun dirinya selalu menjaga mutu kualitas produk maupun kehigenisannya dan tanpa menggunakan bahan pengawet.

Selain itu, guna memudahkan para konsumen dalam memasaknya, setiap bungkus kemasan sudah ada petunjuk lengkap, mulai dari cara memasukan bahan kedalam wadah/baskom, hingga penyajian oyek.

Adapun untuk harga perbungkus Rp 18.000, dengan berat isi 500 gram. Sedangkan mengenai omzet, hingga saat ini ia mampu memproduksi rata rata 25 sampai 30 kg dalam perhari dengan dibantu lima orang karyawan yang di ambil dari warga sekitar.

‘’Alhamdulilah omzet sudah cukup lumayan, dan sistim pemasaran kita gunakan media sosial seperti website, facebook, instragm dan twitter. Selain itu, pemasaran juga dilakukan dengan menggandeng paguyuban seperti Mbangun Paseduluran Kebumen,’’ terang Rosy.

Ia berharap, makanan yang dibilang ndeso itu, bisa terus dikenal luas, baik nasional maupun internasional. Untuk itu dirinya juga berharap kepada pemkab agar bisa selalu mensuport makanan khas Kebumen tersebut.

“Semoga ke depan bisa selalu bersinergi untuk mengembangkan produk produk asli Kebumen agar lebih maju dan dikenal oleh masyarakat dan dunia Internasional,” pungkasnya.

Mengenai kendalanya, diakui masih diproduksi dengan peralatan tradisional atau seadanya. Mulai dari penggilangan bahan baku singkong, hingga proses penjemuran. “Ini tentu sangat menghambat proses pemasaran, padahal permintaan pasar kini kian hari terus meningkat,” ungkapnya.

Kerapkali, pihaknya kewalahan memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi.

‘’Harusnya ada alat pengering untuk mempercapat proses pembuatan oyek. Jadi tidak perlu menjemur lagi,’’ ujar Rosy.

Ia pun berupaya membelinya. Namun k harganya cukup mahal berkisar Rp 50 juta, sampai sekarang belum terealisasi.

Sementara itu, Kepala Desa Kalibening Usman Maulana mengaku bangga dengan keberhasilan usaha yang dilakukan warganya tersebut. Menurutnya, dengan usaha oyek tersebut turut berperan membantu pemerintah dalam mengurangi kemiskinan. Hal itu dibuktikan dengan diberdayakanya beberapa warga sekitar untuk membantu proses pembuatan produk dengan brand Oyek’e Siti.

Terkait kendala usaha yang tengah dihadapi warganya itu, sejauh ini Usman telah berupaya meminta pemkab agar bisa membantunya. Namun, karna adanya pandemi corona, hingga kini pemkab belum meninjau kembali.

‘’Semoga ke depan pemkab bisa membantu,” ucap Usman.


Arif Widodo/K5

5 Komentar

  1. Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

  2. Thanks for fantastic info I was looking for this info for my mission.

  3. 690074 542431Excellently written post, doubts all bloggers offered the identical content since you, the internet has to be far much better place. Please stay the most effective! 817194

  4. 246447 428171Very fascinating subject , appreciate it for posting . 420214

Tinggalkan Balasan