SMN/Gading Persada MOBIL PATROLI: Deretan mobil patroli polisi lalu lintas terparkir berjejer rapi saat apel pasukan Operasi Zebra Progo di Mapolda DIY, Oktober 2019 lalu.

YOGYAKARTA, SM Network – Rumah-rumah sakit dan tempat-tempat pelayanan kesehatan menjadi sejumlah lokasi prioritas sasaran selama digelarnya Operasi Keselamatan Progo 2020. Operasi ini digelar mulai 6 hingga 19 April nanti atau beberapa hari sebelum awal Ramadan dimulai.

“Operasi ini sebenarnya rutin digelar Polri setiap tahun sebelum awal puasa dimulai. Tapi tahun ini berbeda karena ditengah merebaknya pandemi Covid-19. Makanya sejumlah sasaran utama ditujukan pada fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya,” papar Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto saat teleconference, Selasa (7/4).

Selain tempat-tempat kesehatan tersebut, kata Kabid Humas, lokasi lain yang menjadi sasaran selama pelaksanaan operasi adalah tempat-tempat distribusi sembako, pusat ekonomi serta tempat-tempat yang menjual alat-alat kesehatan.

“Operasi ini tentu juga menyikapi pandemi Covid-19 yang sedang melanda secara global termasuk di DIY,” ungkapnya.

Setidaknya ada 1.106 personel yang diturunkan selama pelaksanaan operasi. Mereka terbagi dalam tiga tim Satuan Tugas (Satgas) yakni Satgas Preentif, Satgas Preventif dan Satgas Bantuan Operasi. Berlangsung di Polda dan Polres-Polres jajaran, sasaran selain tempat juga menyasar pada orang, barang dan kegiatan.

“Tentu ini yang banyak berkaitan dengan Covid-19 seperti target orang misalnya itu kepada pasien dan orang yang positif terjangkit virus ini, termasuk keluarganya dan lingkungan sekitarnya. Cara bertindak kami lakukan dengan deteksi dini, penyelidikan, pengumpulan bahan keterangan terhadap penyebaran Covid-19 di DIY. Termasuk mengatur penjagaan dan pengawalan baik itu pengawalan pasien atau jenazah Covid-19,” tegas dia mewakili Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar.

Lebih lanjut diutarakannya,untuk penegakan hukum di bidang lalu lintas selama operasi maka sebisa mungkin dilakukan terhadap pelanggaran yang sangat berpotensi pada kecelakaan lalu lintas. Artinya kalau pelanggaran lalu lintas fatalitasnya kecil maka dalam operasi ini lebih dimaklumi.

“Sebab operasi ini berlangsung dalam suasana penyebaran korona yang masif jadi kami lebih banyak pada preentif dan preventif,” tandas Kabid Humas.


Gading Persada

1 KOMENTAR