Operasi Candi Akan Digelar Selama 14 Hari

MUNGKID, SM Network – Jajaran Mapolres Magelang menggelar Operasi Patuh Candi 2020, yang akan diselenggarakan selama 14 hari terhitung tanggal 23 Juli – 5 Agustus 2020.

Kasat Lantas Polres Magelang Polda Jateng AKP Fadli SH,SIK, menyampaikan bahwa tajuk Operasi Candi ini “Kita tingkatkan kemampuan personel dan sinergitas antar fungsi dalam rangka meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polisi Lalulintas dan terciptanya situasi kamseltibcarlantas serta disiplin masyarakat dalam rangka adaptasi kebiasaan baru terhadap pandemi Covid-19 diwilayah hukum Polres Magelang,” ujar AKP Fadli saat diwawancarai di Mapolres Jumat (24/7).

Dalam pelaksanaannya satuan tugas Polres Magelang didukung oleh giat rutin fungsi kepolisian yang lainnya serta instansi terkait dengan mengedepankan giat satgas preemtif, preventif, gakkum, dengan didukung satgas banops. “Kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan simpati masyarakat terhadap polantas dan terciptanya situasi Kamseltibcarlantas serta pendisiplinan masyarakat dalam adaptasi kebiasaan baru terhadap pandemi covid-19 di wilayah hukum Polres Magelang,” jelasnya.

Operasi ini juga dilakukan guna mengurangi segala bentuk potensi gangguan serta sebagai bentuk pendisiplinan terhadao masyarakat.
“Sasaran operasi adalah mengurangi segala bentuk potensi gangguan (pg), ambang gangguan (ag) & gangguan nyata (gn) yang berpotensi mengganggu Kamseltibcarlantas serta pendisiplinan masyarakat dalam adaptasi kebiasaan baru terhadap pandemi covid-19 di wilayah hukum polres magelan” imbuhnya.

Adapun target operasi sendiri diantaranya target kuantitatif satgas preemtif 40 persen, satgas preventif 40 persen, satgas gakkum 20 persen. “Operasi ini dilaksanakan secara selektif prioritas dalam rangka menurunnya titik lokasi kemacetan. pelanggaran dan laka lantas sesuai dengan karakteristik wilayah masing – masing (tematik) serta tetap mempedomani protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 secara preemtif, preventif, dan persuasif juga humanis”, kata AKP Fadli.

Sedangkan Kualitatif meliputi orang, benda, tempat, dan giat yang berpotensi menyebabkan laka lantas dan pelanggaran terhadap UU No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang kasat mata dan berpotensi menyebabkan ketidak tertiban lalu lintas.

“Penindakan pelanggar diutamakan terhadap 3 jenis pelanggaran sebagaimana diatur dalam hal uu nomor 22 tahun 2009 diantaranya menggunakaan Helm SNI , melawan arus dan Kelengkapan kendaraan,” tegasnya.

Sementara Kapolres Magelang AKBP Roland A Purba, melalui Kabag Ops Kompol Maryadi ketika memimpin Latpra ops kemarin menekankan dalam mencegah covid19, personil dalam melaksanakan tugas dengan mempedomani protokol kesehatan.

“Dengan adanya operasi ini diharapkan jumlah laka lantas dan jumlah korban laka lantas menurun dibanding dengan waktu diluar operasi, serta ada tanggapan positif dari masyarakat tentang pelaksanaan operasi patuh candi 2020 guna menciptakan situasi kamseltibcarlantas serta disiplin masyarakat dalam rangka adaptasi kebiasaan baru terhadap pandemi Covid-19 diwilayah hukum Polres Magelang,” pungkasnya.


Dian Nurlita/Ita

Tinggalkan Balasan