ilustrasi

SM Network – Idealnya berolahraga seharusnya memang tidak memakai masker karena semua anggota tubuh bergerak, sehingga membutuhkan oksigen yang banyak dan aliran darah berputar lebih cepat.

Anggota Divisi Pulmonologi & Medik Kritis Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Undip dr Avissena Dutha Pratama SpP FISR menyatakan, memakai masker saat olah raga beresiko karena kerja otot bertambah sedangkan pasokan oksigen tidak sebanding.

“Membahayakan, oksigen yang masuk kurang, bisa collaps dan pingsan. Untuk masyarakat biasa, olahraga ringan sudah cukup yang penting teratur,” kata pria yang juga menjadi anggota tim medis penanganan tim Covid-19, Senin (22/6).

Olahraga yang teratur, setidaknya dalam sepekan tiga kali melakukan olahraga dan setiap kali berolah raga, rata-rata 20 sampai dengan 30 menit. Selain teratur, olahraga juga harus terukur. Tahu keamanannya olah raga tersebut bagi tubuh masing-masing.

Tipsnya, jika nafas sudah susah tarik masker yang menutupi hidung. Jika tambah sesak dan sulit bernafas, Tarik masker yang menutupi hidung. Selain, mencari tempat yang aman dan nyaman agar terhidar dari resiko penularan Virus Corona.

“Kalau bersepeda di CFD itu tergolong ringan, persentase olahraganya sedikit. Maka harus memakai masker,” tambahnya.

Resiko jika kekurangan oksigen adalah pingsan. Bahayanya jika sambil bersepeda, bisa resiko jatuh dan patah tulang. Resiko lainnya bisa terkena kendaraan bermotor jika jatuhnya ke kanan jalan.

Mengenai kemungkinan serangan jantung, perlu dilihat dahaulu apakah yang bersangkutan mempunyai penyakit bawaan atau tidak. Misalnya, sudah pernah terkena serangan jantung atau perokok sehingga ada kemungkinan ada sumbatan pembuluh darah.

”Olahraga memakai masker lalu meninggal, saya kira tidak,” tambah dokter Avissena yang menyaatakan, olahraga harus mengukur kemampuan diri masing-masing.


SM Network

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here