Obyek Wisata Purworejo Ditutup Total

PURWOREJO, SM Network – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo menutup seluruh obyek wisata, dibawah pengelolaan pemerintah daerah setempat, selama enam belas hari, terhitung mulai tanggal 16 sampai dengan 30 Maret 2020, mendatang.

Kebijakan tersebut dibuat seiring dengan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona (Covid-19). Langkah pemerintah untuk mengurangi aktivitas diluar rumah, dan meminimalisir keramaian, dengan cara meliburkan anak sekolah dan sebagian layanan, diharapkan dapat disikapi dengan bijak.

“Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah memutus rantai penyebaran Covid-19, untuk sementara waktu, seluruh obyek wisata kami tutup untuk umum,” kata Kepala Dinparbud Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo, kepada Suara Merdeka, Rabu (18/3) di kantornya.

Agung mengklaim, kebijakan ini sudah dipertimbangkan matang. Padahal tahun 2020 ditargetkan menjadi tahun kunjungan wisata, dengan targer wisatawan berkisar 1,5 sampai 2 juta orang. Ia tetap optimis target itu akan tercapai, meski kebijakan ini dikeluarkan mendekati musim liburan.

“Kebijakan ini tetap harus diambil dengan pertimbangan kesehatan dan keselamatan. Selama 16 hari nanti kami juga akan melakukan evaluasi, apakah penutupan akan dilanjutkan sampai musim libur lebaran atau terbatas pada enam belas hari kedepan,” katanya.

Ia menyebutkan, obyek wisata yang ditutup diantaranya, Goa Seplawan, Pantai Dewaruci, Kolam Renang Artha Tirta, Taman Geger Menjangan, dan Museum Tosan Aji. Sementara Gedung Wanita, dan Alun-alun, tetap dibuka untuk umum, mengingat tempat tersebut adalah fasilitas umum.

Meski tempat wisata ditutup untuk umum, seluruh pegawai Dinparbud yang bertugas di lokasi wisata, tetap masuk seperti biasa. Mereka diberikan tugas untuk menjaga dan melakukan aktivitas pembersihan lokasi wisata selama masa penutupan berlangsung.

“Alun-alun dan Gedung Wanita tetap kami buka, namun dilokasi tersebut kita lengkapi dengan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun yang kami buat otodidak. Kami juga meningkatkan kebersihan, dengan cara mencuci playground di Alun-alun. Sedangkan Museum Tosan Aji hanya kami buka untuk kepentingan tertentu, seperti kegiatan penelitian,” ujarnya.

Agung mengatakan, pihaknya juga menghimbau kepada pengelola wisata swasta dan masyarakat untuk sementara menghentikan operasional. Meski berdampak pada penurunan pendapatan, namun dalam situasi darurat Covid-19, semua dikesampingkan dengan alasan keselamatan.

Tidak berhenti disitu, selama masa penutupan, Dinparbud menghimbau kepada seluruh pengelola obyek wisata untuk melakukan gerakan pembersihan dengan desinfektan dan/atau alat kebersihan lainya, sesuai dengan standar kesehatan yang dikoordinasikan dengan dinas kesehatan.

Selain menutup obyek wisata, kata Agung, Dinparbuk Kabupaten Purworejo juga akan menunda kegiatan yang bersifat mengundang keramaian. Menurutnya, sepanjang bulan Maret-April 2020, terdapat beberapa kegiatan yang melibatkan banyak orang.

“Pertunjukan rutin di Amphiteatre Alun-alun, Tribut WR Soepratman di Somongari yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 19 sampai 22 bulan ini, kegiatan Pepapri, manasik haji anak PAUD, lomba nyanyi dan Marching Band di Alun-alun, semuanya kita tunda sementara waktu,” kata Agung.


Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan