Objek Wisata di Kebumen Tutup, Realisasi Pendapatan 12 %

KEBUMEN, SM Network – Kebijakan Pemkab Kebumen menutup seluruh objek wisata karena pandemi Covid-19 secara otomatis akan berimbas pada penurunan realisasi pendapatan retribusi dari sektor pariwisata. Meski demikian, langkah itu harus diambil untuk melindungi semua warga dari bahaya penularan Covid-19.

“Mungkin saja terjadi penurunan pendapatan, namun keselamatan dan kesehatan itu jauh lebih penting,” tegas Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kebumen Azam Fatoni, Sabtu (28/3).

Merujuk data Disporawisata, dibanding pada periode yang sama tahun lalu jumlah pendapatan cenderung stabil. Namun dari target prosentase target pendapatan terjadi sedikit penurunan. Tahun 2019 sampai Maret realisasi  pendapatan retribusi sembilan objek wisata Rp 1,346 miliar (14,50 %) dari target Rp 9,285 miliar. Sedangkan tahun 2020 pada periode yang sama, target pendapatan Rp 10,872 miliar baru tercapai 12 % atau sekitar Rp 1,3 miliar.

“Kami berharap keadaan ini segera membaik. Pandemi Covid-19 segera berlalu dan masyarakat bisa kembali berwisata,” harapnya. Semprot Disinfektan Azam menambahkan, dalam rangka penanggulangan penyebaran virus Corona, objek wisata yang dikelola Pemkab Kebumen akan disemprot menggunakan disinfektan.

Disinfektan akan didistribusikan ke seluruh objek wisata yang dikelola Pemkab Kebumen. Mulai dari Goa Jatijajar, Goa Petruk, Pantai Logending, Pantai Karangbolong, Pantai Suwuk, Pantai Petanahan, Waduk wadaslintang, Waduk Sempor dan Pemandian Air Panas (PAP) Krakal.

“Proses penyemprotan rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat dengan melibatkan pihak terkait,” ujar Azam Fatoni. Azam Fatoni menambahkan bahwa rapat tersebut tidak semata-mata untuk membicarakan pekerjaan, tapi dia ingin seluruh stafnya tetap fit dan memiliki imun tubuh yang baik, agar terhindar dari Covid-19.

“Kami ingin bekerja namun juga dengan tubuh yang sehat,” ujar Azam Fatoni. Sehari sebelumnya, Azam menggelar rapat di halaman kantor sembari berjemur tersebut untuk membahas hal tersebut.

Rapat sembari berjemur di bawah matahari pagi diikuti sekretaris dinas, kepala bidang, kasi dan kasubag serta staf pelaksana. Selain berjemur mereka menerapkan fisical distancing atau menjaga jarak aman satu sama lain.


Supriyanto

Tinggalkan Balasan