Obati Pasien Covid-19, RSUP Sardjito Gunakan Plasma Konvalesen

YOGYAKARTA, SM Network – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito Yogyakarta mulai menggunakan terapi plasma konvalesen dalam pengobatan pasien positif Covid-19. Terapi ini dilakukan dengan memberikan plasma dari pasien Covid-19 yang sudah sembuh kepada pasien yang masih terjangkit virus corona.

Untuk membantu pengobatan pasien, Rabu (8/7), empat anggota polisi dari Sekolah Kepolisian Selopamioro Polda DIY ikut menjalani proses pengambilan darah. Mereka pernah dinyatakan positif Covid-19 namun kini telah sembuh. Empat siswa SIP angkatan 49 yang melaksankan donor plasma tersebut masing-masing Agung Untoro, Dani Hasan, Dwi Jaka, dan Riyanto. Semuanya berpangkat calon Ipda. Salah satu pendonor, Agung Untoro mengungkapkan, hal yang mendorong ia dan rekan-rekannya melakukan donor plasma ini karena sebagai merasa terpanggil sebagai anggota polisi.

“Polri memiliki slogan jiwa raga kami adalah kemanusiaan. Ketika kesempatan itu datang, maka kenapa tidak dilakukan,” ujarnya ditemui di RSUP Sardjito sebelum proses pengambilan darah, Rabu (8/7). Dia pun berpesan kepada masyarakat agar tidak memberi stigma negatif kepada pasien positif Covid-19. Terbukti, mereka bisa disembuhkan. “Menderita Covid-19 bukan suatu aib. Penyakit ini tidak untuk ditakuti tapi perlu diwaspadai,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) RSUP Sardjito, Teguh Triyono menjelaskan, pendonor plasma konvalesen adalah pasien yang sudah sembuh dari infeksi virus corona dan bebas gejala 14 hari setelahnya. Sebelum diambil plasma, calon pendonor terlebih dulu menjalani pemeriksaan standar dan swab ulang. Jika semua memenuhi syarat, barulah diputuskan untuk menjadi pendonor.
“Pengambilan plasma dilakukan dengan metode khusus yakni plasmaferesis. Dengan alat khusus ini, yang diambil murni plasma bukan sel eritrosit, trombosit maupun leukosit,” terang Teguh.

Sekali donor, cairan diambil sebanyak 400 ml kemudian diolah dengan proses dua kali 200 ml. Jika belum akan langsung dipakai, plasma dapat disimpan dalam waktu beberapa bulan bahkan lebih dari satu tahun. Plasma tersebut diberikan kepada pasien dengan klasifikasi sedang, dan berat atau kritis.

Plasma dari satu orang pendonor bisa diberikan kepada rata-rata satu orang pasien, namun itu pun tergantung kondisi dan berat badan pasien. Pendonor juga bisa memberikan lagi plasma dalam rentang minimal 14 hari.


Amelia Hapsari

4 Komentar

  1. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  2. I learn something new and challenging on blogs I stumbleupon everyday.

  3. Hi there, after reading this amazing paragraph i am as well delighted to share my knowledge here with friends.

  4. I love looking through a post that can make people think. Also, many thanks for permitting me to comment!

Tinggalkan Balasan