Museum BPK Meriahkan HPN dengan Webinar Jurnalistik

MAGELANG, SM Network – Museum BPK RI Kota Magelang turut meramaikan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 dengan menghadirkan webinar “Menulis itu Jurnalis”, Rabu (10/2). Hal ini sebagai pembelajaran seputar jurnalistik bagi pegawai Museum BPK sendiri maupun masyarakat umum.

Kepala Museum BPK RI Kota Magelang, Dicky Dewarijanto mengatakan, pers menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat. Termasuk keberadaannya penting bagi museum yang kerapkali mengekspos adanya museum dengan beragam koleksi seputar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini.

“Maka, kami turut memeringati HPN 2021 ini dengan webinar via zoom. Hal ini mengingat kita tidak bisa mengadakan kumpul-kumpul secara tatap muka, maka bisa dilakukan dengan cara ini,” ujarnya dalam sambutan pembukanya.

Dia menuturkan, secara tema webinar memang tidak secara langsung seiring dengan tema HPN 2021 tingkat nasional. Tapi, setidaknya ada yang bersinggungan, yakni di masa pandemi Covid-19 saat ini kegiatan lebih banyak dilakukan di rumah, salah satunya dengan menulis.

“Teman-teman di Museum BPK dan masyarakat umum bisa belajar menulis dari narasumber yang kompeten di bidangnya. Kita buka pendaftaran secara gratis dan yang mendaftar ada lebih dari 112 peserta baik dari internal museum maupun masyarakat umum, seperti pelajar dan mahasiswa,” katanya.

Dicky mengutarakan, di masa pandemi ini museum sejak bulan Maret 2020 lalu menutup kunjungan secara langsung. Lalu mulai di akhir-akhir tahun dibuka kunjungan secara virtual yang bebas dimanfaatkan oleh siapapun dan dari manapun.

“Ini yang menarik, sebelumnya kita tak pernah kepikiran membuat kunjungan secara virtual, tapi gara-gara Covid-19 kita bisa mengadakannya. Responnya ternyata sangat bagus, banyak dari luar Kota Magelang yang berkunjung. Bahkan, ada yang Batam, Medan, dan kota-kota lain di luar Jawa,” jelasnya.

Dalam webinar yang dimoderatori Asef Amani dari Suara Merdeka ini, hadir sebagai narasumber Wahyu Juniawan, Video Journalist CNN Indonesia TV yang juga dosen tamu di Sekolah Tinggi Multimedia MMTC Yogyakarta. Juni berbicara seputar kerja kejurnalistikan baik media cetak, daring, maupun elektronik.

“Karya jurnalistik itu berdasarkan fakta dan validitas data. Seorang jurnalis tidak boleh memberitakan berita yang tidak berdasar fakta. Dalam penyampaian berita pun berdasarkan norma dan undang-undang yang berlaku serta menjunjung tinggi netralitas dan kejujuran,” paparnya.

Siapapun, katanya, saat ini bisa menyiarkan kabar atau berita, utamanya melalui media sosial (jurnalisme warga). Fenomena ini terjadi di era internet sekarang, sehingga media arus utama pun harus bersaing dengan media sosial.

“Berdasarkan fakta, validitas data, berdasarkan norma, dan netralitas serta kejujuran yang kemudian membedakan antara wartawan media arus utama dan jurnalisme warga. Di samping juga ada tanggung jawab yang harus dipikul terhadap apa yang diberitakan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan