Mulai Besok, Masyarakat Boleh Beribadah di Tempat Ibadah dengan Syarat Ketat

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang memutuskan untuk membolehkan masyarakat melaksanakan kegiatan keagamaan di tempat ibadah masing-masing untuk semua agama pada Jumat (5/6) besok. Hanya saja, pemerintah memberi syarat tegas agar masyarakat patuh pada protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono usai rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang di aula Adipura Kencana kompleks kantor Wali Kota Magelang, Kamis (4/6).

“Sudah kita berlakukan New Normal keagamaan, boleh untuk ibadah di masjid, mushola, dan gereja. Tapi yang paling penting harus menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kebijakan yang diambil oleh Pemkot Magelang ini mengacu pada Surat Edaran (SE) nomor 15/2020 Menteri Agama tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi.

Dalam SE tersebut, kata Joko, telah memberikan kelonggaran kegiatan keagamaan di rumah-rumah ibadah untuk semua agama. Termasuk untuk kegiatan umat Islam yang telah disampaikan dalam Maklumat MUI serta Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Pihaknya juga telah menerbitkan surat pemberitahuan resmi nomor 451/283/123 tertanggal 4 Juni 2020. Dalam surat ini dijelaskan secara teknis kewajiban pengurus/takmir atau penanggungjawab rumah ibadah.

Di antaranya antara lain menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi protokol kesehatan di area rumah ibadah. Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area rumah ibadah, membatasi jumlah pintu atau jalur keluar masuk rumah ibadah, dan menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/handsanitize di pintu masuk dan keluar rumah ibadah.

“Lalu menyediakan alat pengecekan suhu tubuh, pembatasan jarak pakai tanda khusus di lantai/kursi minimal 1 meter, pengaturan jumlah jamaah, mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan ibadah, dan memasang imbauan protokol kesehatan,” katanya.

Selain itu, kata Joko, pengurus juga wajib membuat surat pernyataan kesiapan menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan.

“Kami memberikan syarat salah satunya tempat ibadah harus membuat surat pernyataan melaksanakan protokol kesehatan yang ditujukan kepada kelurahan,” tegasnya.

Dia menambahkan, di samping syarat bagi pengelola, masyarakat atau jamaah juga harus memenuhi persyaratann tertentu, antara lain jamaah harus sehat, meyakini rumah ibadah telah memiliki surat keterangan aman Covid-19 dari pihak berwenang, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan tangan.

“Tak kalah penting hindari kontak fisik, seperti salaman atau berpelukan, menjaga jarak, dan menghindari berdiam lama/berkumpul di rumah ibadah. Anak-anak dan lansia maupun orang yang berisiko tertular Covid-19 tidak boleh beribadah ke rumah ibadah,” jelasnya.


Asef Amani

4 Komentar

  1. Like!! Thank you for publishing this awesome article.

  2. Thanks for fantastic info I was looking for this info for my mission.

Tinggalkan Balasan