SM/Supriyanto - KURSI RODA: Founder Tradha Group yang juga mantan Bupati Kebumen Ir H Mohammad Yahya Fuad SE menyerahkan kursi roda kepada salah satu penyandang disabilitas saat Ascendia Day, Sabtu (6/3).

KEBUMEN, SM Network – Fisik yang tidak sempurna bukan penghalang untuk meraih kesuksesan. Penghalang kesuksesan yang sebenarnya adalah pikiran bahwa keterbatasan fisik adalah penghambat kesuksesan.

Kata-kata motivasi itu disampaikan oleh Founder Tradha Group yang juga mantan Bupati Kebumen Ir H Mohammad Yahya Fuad SE ketika memberikan motivasi kepada para penyandang disabilitas beserta orang tuanya saat Ascendia Day, Sabtu (6/3).

“Orang yang diberikan kekurangan di satu sisi akan diberikan kelebihan di sisi yang lain,” ujar Yahya Fuad. Dia mencontohkan KH Abdurrahman Wahid yang notabene tidak bisa melihat bisa menjadi presiden RI. Gus Dur, panggilan akrabnya, meskipun tidak bisa melihat namun memiliki ingatan yang sangat kuat. Begitu juga sejumlah presiden Amerika Serikat juga diketahui seorang disabilitas.

Franklin Delano Roosevelt yang dijuluki FDR mengalami kelumpuhan pada sebagian tubuhnya akibat polio tahun 1921. Namun, kekurangan itu tidak menghentikan FDR menjadi Presiden ke-32 Amerika Serikat. Dia mencontohkan pula William Jefferson Clinton yang karib disapa Bill Clinton adalah seorang tunarungu. Dia menggunakan alat bantu sejak tahun 1997, sewaktu dia menjabat sebagai presiden Amerika.

Ada juga Presiden AS Dwight Eisenhower  terkena serangan stroke dan mengalami aphasia saat menjabat presiden Amerika. Setelah terkena serangan stroke Eisenhower mengalami kesulitan bicara permanen. “Memiliki anak yang berkebutuhan khusus adalah anugerah. Sebagai orang tua dipilih oleh Allah SWT bahwa akan mampu diberikan tanggung jawab,” ujar pengusaha sukses asal Gombong tersebut.

Beri Motivasi

Selain Yahya Fuad, motivasi juga diberikan oleh Nicky Claraentia Pratiwi, Chief Operating Officer (COO) ThisAble Enterprise. Nicky memberikan motivasi kepada para anak-anak maupun orang tuanya untuk terus bersemangat.  Perempuan yang lincah meskipun memakai kaki palsu tersebut berkisah bagaimana besarnya orang tua dalam membentuk dirinya hingga seperti saat ini “Orang tua atau keluarga memiliki peran yang sangat besar untuk masa depan anak-anak mereka termasuk yang memiliki kebutuhan khusus,” tandas Nicky.

Selain memberikan motivasi, Nicky menyerahkan bantuan alat mobilitas yakni kursi roda dan white cane atau tongkat bagi penyandang disabilitas netra. Founder Ascendia Project dokter Faiz Allaudien Reza Mardhika menjelaskan bahwa Ascendia Day merupakan program kegiatan rutin Ascendia Project baik bulan, maupun mingguan. Setiap Senin dan Kamis misalnya  bertempat di Pendopo Ascendia di Perumahan Adelia Gombong digelar kegiatan calistung bagi anak-anak disabilitas.

“Baca tulis hitung ini skill yang paling sulit dipahami teman-teman disabilitas,” ujar dokter Reza, sapaan karibnya. Kemudian pembinaan terhadap tuna netra untuk memiliki skill memijat hingga setiap Minggu praktik saat car free day (CFD). Bahkan para tunanetra ini juga memiliki kegiatan goes to office. Selain itu setiap bulan juga dilaksanakan motivasi dan parenting.

“Ke depan kami berharap dapat lebih banyak lagi merangkul disabilitas. Di Kebumen nomor satu jumlah disabilitas di Jawa Tengah yakni sekitar 13.000. Sedangkan kami baru bisa merangkaul sekitar 100-an orang,” ujarnya. Dokter Reza menaruh harapan yang sangat besar terhadap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH dan Hj Ristawati Purwaningsih SST MM. 

“Saya melihat saat debat, Pak Arif maupun Bu Rista sangat menaruh perhatian bagi pendidikan inklusi dan teman-teman disabilitas. Saya mewakili teman-teman berharap kepada beliau berdua mengampanyekan inklusifitas dan merangkul teman-teman disabilitas,” ujarnya.