Mosi Tak Percaya Ketua KONI Wonosobo

WONOSOBO- Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dimosi tidak percaya anggotanya. Delapan belas perwakilan cabang olahraga (cabor) melayangkan mosi tidak percaya karena dinilai tidak transparan dalam pengelolaan anggaran pemerintah dan kegiatan olahraga yang dilakukan tanpa pernah koordinasi.

Mosi tidak percaya belasan cabor dikirim ke KONI Jateng dan Bupati Wonosobo pada 3 Agustus 2020. Selain penggunaan anggaran yang tidak terbuka, mereka kecewa penyelenggaraan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musyorkab) yang digelar Kamis 6 Agustus 2020 tidak melibatkan cabor.

Ketua Cabor Indonesia Woodball Association Wonosobo Awan Setiyawan menyampaikan pengurus KONI selama ini tidak terbuka dalam pengelolaan anggaran kegiatan. Menurut dia selama 5 tahun ini setiap event- event olahraga pihaknya tidak dilibatkan.”Pengurus KONI tidak terbuka dan kami tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan,” katanya.

Dia menyampaikan atas tidak jelasnya kinerja pengurus tersebut sebanyak 18 cabor sepakat melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua KONI dan jajaran pengurus harian kepada Ketua KONI Jateng agar tidak mengijinkan proses musyorkab yang digelar di Wonosobo. “Kami menilai Musyorkab ilegal karena mayoritas cabor tidak mendukung terselenggara,” jelasnya.

Bendahara Umum KONI Wonosobo Isnanto saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya belum mengetahui kalau ada Musyorkab KONI. Dia juga tidak mengetahui kalau proses penjaringan Musyorkab sudah digelar. “Saya tidak tahu kalau Kamis (6/8) ada Musyorkab KONI,” katanya.


Menurutnya sesuai dengan AD/ART KONI proses Musyorkab yang nantinya menghasilkan pengurus baru harus melalui proses penjaringan. Dalam proses penjaringan tersebut dilakukan secara terbuka agar masyarakat yang tertarik dengan olahraga turut terlibat.

Secara utuh 18 cabor yang bertandatangan dalam surat menyatakan sikap tidak percaya hasil verifikasi pemilihan calon ketua umum dan pelaksanaan musyorkab KONI Kabupaten Wonosobo.

Lima point alasan yaitu tidak ada koordinasi yang baik dari Koni dengan beberapa cabang olahraga untuk pelaksanaan proses tersebut, tidak adanya keterbukaan terhadap penjaringan bakal calon ketua Koni Kabupaten Wonosobo, belum diadakannya Rapat Anggota Tahunan KONI Kabupaten Wonosobo, belum adanya laporan pertanggung jawaban anggaran Tahun berjalan kepada pemerintah daerah dan mendesak agar seluruh proses Musyorkab di ulang dari awal dan transparan.

Ketua KONI Wonosobo Bambang Larasnyoto membantah dan menyatakan kalau pelaksanaan Musyorkab sudah dilakukan secara terbuka setiap tahapannya. Menurut dia semua cabang olahraga total ada sebanyak 32 cabor di Wonosobo sudah diberi tahu pelaksanaannya.

Bambang menyampaikan jika ada yang kecewa menurutnya hal itu sebagai dinamika.”Kami sudah sudah menjalankan organisasi secara transparan dan setiap kegiatan semua cabor dilibatkan,” ungkapnya.

Adib Annas Maulana

5 Komentar

  1. Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

  2. These are actually great ideas in concerning blogging.

  3. 743866 374385Paper rolls extremely wonderful read you know alot about this subject i see! 583163

Tinggalkan Balasan