Minimalisir Korona, Rutan Fasilitasi Video Call Tahanan

TEMANGGUNG, SM Network – Kepala Rutan Kelas IIB Temanggung Tri Wahyu Santoso mengatakan, ditiadakannya jam besuk bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara yang dipimpinnya, diikuti dengan pembuatan program beupa layanan video call gratis bagi warga binaan. Oleh karenanya, mereka yang sedang menjalani masa hukuman ini tetap bisa berkomunikasi dengan keluarganya.

“Pemberlakuan kunjungan daring melalui video call terhadap warga binaan ini dilakukan sesuai dengan surat edaran dari Presiden, Gubernur dan Bupati Temanggung terkait dengan pencegahan virus Corona (COVID-19). Fasilitas video call ini kita sediakan gratis bagi semua warga binaan,”ujarnya Rabu (18/3).

Dikatakan, sejak tangal 17 hingga 31 Maret 2020, pihaknya menutup sementara akses kunjungan bagi keluarga warga binaan. Maka pihak Rutan menyediakan fasilitas video call bagi warga binaan yang ingin berkomunikasi dengan keluarga ataupun kerabatnya.

Langkah ini dilakukan agar hak-hak warga binaan masih bisa dipenuhi di tengah ancaman penyebaran virus korona. Kebijakan ini akan diterapkan selama pemerintah memberlakukan masa tanggap darurat COVID-19. Ada dua unit komputer disediakan, dan setiap warga binaan mendapatkan jatah waktu selama 10 menit untuk melakukan video call dengan keluarganya, di mana jam besuk atau jam untuk melakukan video call pada pukul 09.00 – 12.00.

“Dengan durasi waktu 10 menit per warga binaan, maka setiap hari ada 30 warga binaan yang bisa melakukan video call. Dengan jumlah warga binaan sekitar 150 orang, maka dalam tiga hari semua warga binaan sudah bisa melakukan video call. Ke depan akan menambah dua unit komputer lagi untuk fasilitas video call agar bisa menambah durasi waktu,”tuturnya.

Meski saat ini ada pembatasan besuk dan dialihkan dengan menggunakan video call, namun pihak kelurga tetap bisa mengirimkan makanan atau kebutuhan lainnya kepada warga binaan. Makanan tetap bisa dikirim, tapi tidak bisa bertemu langsung dengan warga binaan dan itupun tetap diperiksa sesuai dengan protap yang berlaku.

Menurut Wahyu, semula fasilitas video call ini untuk mempermudah warga binaan yang dari luar kota untuk bertemu dengan keluarganya, namun seiring dengan berkembangnya virus Corona ini fasilitas ini dimanfaatkan untuk semua warga binaan.

Salah satu warga binaan Johan Istanto (33), mengatakan fasilitas video call yang disediakan oleh pihak rutan sangat membantu mengatasi rasa rindu bertemu dengan keluarga. Setidaknya, dia bisa menatap wajah istri dan anaknya meski hanya lewat percakapan jarak jauh. Hal senada diungkapkan warga binaan lainnya, Aan Budi (40), yang mengaku rasa rindu dengan anaknya bisa terobati.

“Lumayan sinyalnya bagus bisa bertatap muka dan ngobrol dengan anak istri, rindu ini bisa terobati. Anak tadi nanya ke saya bagaimana bapak sudah bisa ngaji apa belum, gitu katanya. Anak tahunya di sini saya sedang belajar mengaji,”katanya.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan