SM/Dananjoyo - BECAK : Becak memasuki Jalan Malioboro. SM/Dananjoyo

YOGYAKARTA, SM Network – Satu pekan berselang sejak Pemkot Yogyakarta menetapkan Malioboro menjadi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), masih saja ditemukan pelanggaran. Hasil monitoring Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta pada Kamis (19/11) dijumpai beberapa pengunjung Malioboro yang ketahuan merokok tidak pada tempatnya.

Pemkot sendiri telah menyediakan tempat khusus bagi perokok yang berada di parkir Abu Bakar Ali, halaman Malioboro Mall, Ramayana sisi utara, dan lantai tiga Pasar Beringharjo. Di dalam Perda Nomer 2 Tahun 2017 juga diatur sanksi denda hingga nominal Rp 7,5 juta bagi pelanggar.

Saat ditanya terkait dengan kebijakan Malioboro sebagai KTR, sejumlah warga mengaku belum mengetahuinya. “Perlu ada sosialisasi secara masif termasuk kepada para pedagang kaki lima, tukang becak, dan tukang ojek online. Sosialisasi dapat dilakukan melalui pengeras suara, dan papan petunjuk informasi tempat khusus merokok,” ujar anggota Forpi Yogyakarta Bidang Pemantauan dan Investigasi, Baharuddin Kamba, Kamis (19/11).

Di lain sisi, dia juga meminta agar tempat khusus bagi perokok, dirawat dan dijaga kebersihannya. Eksistensi pasukan Jogoboro dan Satpol PP Kota Yogyakarta sebagai penegak Perda harus pula dimaksimalkan. Minimal dengan memberikan tindakan berupa teguran bagi warga yang ketahuan melanggar. Langkah tegas itu diperlukan agar tidak ada lagi masyarakat, termasuk para wisatawan yang merokok sembarang tempat di sepanjang kawasan pedestrian Malioboro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here