Milenial Jadi Penular Corona Terbesar

SM Network – Staf Khusus Presiden Jokowi, Adamas Belva Syah Devara, mengatakan bahwa kalangan milenial sebagai generasi penular virus corona atau covid-19 terbesar. Untuk itu, ia meminta generasi milenial juga menjadi kunci untuk menghentikan penyebaran virus ini. 

Sebagai milenial, banyak hal yang bisa dilakukan dalam memerangi Corona, di antaranya social distancing dan tetap di rumah.

“Ini kalau saya melihat tadi ini saja saya sangat terpaksa ke sini ya, karena saya biasanya juga work from home. Dalam perjalanan ke sini ternyata di jalanan juga
masih ramai, itu artinya masih banyak yang ngeyel, masih banyak yang tidak percaya tentang adanya virus ini,” ujar Belva dalam konferensi pers di YouTube BNPB, Senin, 23 Maret 2020.

Dia mengakui memang masih banyak orang yang harus bekerja. Namun, jika bisa bekerja dari rumah, sebaiknya mereka menyetop dulu aktivitas tidak penting lainnya.

“Di rumah saja dulu. Kenapa itu penting, karena generasi milenial ini adalah generasi penular terbesar, generasi milenial adalah generasi penular terbesar,” katanya.

Belva mencontohkan, pada kasus di Korea Selatan, 250 ribu-300 ribu orang dites, baik muda maupun tua. Hasilnya, 30 persen dari kasus Corona ternyata berusia 20-29 tahun.

“Ini tiga kali lebih besar dari age group selanjutnya di 30-39, dan dua kali lebih besar daripada age group 40-49. Jadi mayoritas sebenarnya yang sakit itu anak muda,” ucapnya.

Namun, ironisnya, Belva menyayangkan banyak anak muda yang meremehkan dan menganggap virus ini tidak berbahaya bagi dirinya. Padahal, sebenarnya virus tersebut berbahaya untuk orang tua, keluarga, dan lainnya.

“Mungkin sangat tidak bahaya bagi Anda, tapi ini berbahaya bagi orang tua Anda, kakek nenek Anda. Untuk orang tua saya, untuk kakek nenek saya juga,” ujar Belva.

Selain itu, Belva mengajak para milenial memerangi disinformasi atau hoaks mengenai virus Corona. Para milenial diminta kroscek setiap informasi mengenai Corona. Jika sumbernya tak jelas, maka ia meminta informasi tersebut tak disebarluaskan lagi.

“Kalau ada hoaks, sebagai anak muda berkewajiban melihat dulu sumbernya. Kalau bukan anak muda siapa lagi yang mengingatkan,” katanya.


SM Network/viva

Tinggalkan Balasan