SM/Supriyanto - BARANG BUKTI: Waka Polres Kebumen Kompol Arwansa menunjukkan tersangka bersama barang buktinya di Mapolres Kebumen.

KEBUMEN, SM Network – Ada-ada saja ulah dukun cabul asal Kebumen ini. Alih-alih bisa memindahkan janin ke suatu tempat, sang pasien yang masih remaja justru disetubuhi. Seorang remaja sebut saja Bunga (16) warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang bersama keluarganya mendatangi dukun yang konon bisa memindahkan janin yang tengah dikandungnya lima bulan.

Korban diantar keluarganya datang ke rumah sang dukun berinisial SL (44) warga Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung Kebumen, Kamis (18/2) sekira pukul 18.00 wib. Kedatangan Bunga yang sudah berbadan dua itu hendak menghilangkan janin yang dikandungnya karena masih berstatus pelajar.

Harapan besar Bunga ingin kembali seperti semula, justru dimanfaatkan SL untuk mencabulinya. Bunga disetubuhi kurang lebih tiga kali oleh SL di kamarnya. Alasan itu adalah ritual pemindahan janin. Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Waka Polres Kebumen Kompol Arwansa mengatakan, SL sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

“Tersangka kami amankan Kamis, 25 Februari 2021 sekira pukul 15.00 wib di kediamannya di Karangsambung,” jelas Kompol Arwansa, Sabtu (20/3).

Kepada polisi tersangka mengaku, persetubuhan pertama dilakukan Sabtu, (20/2) sekitar pukul 20.00 wib. “Ayok tak garap,” ucap tersangka mengulangi perkataannya saat mengelabui Bunga di hadapan polisi.

Ancaman Hukuman

Untuk meyakinkan korban, tersangka berpura-pura membaca mantra layaknya dukun sakti. Selanjutnya, aksi tak terpuji itu dilakukan.  Korban kembali disetubuhi sebanyak 2 kali di hari berikutnya Minggu (21/3) hingga korban merasa trauma.

Persetubuhan ini terbongkar saat perangkat desa setempat melihat korban di depan rumah tersangka lalu ditanya tentang maksud kedatangannya. Korban juga menceritakan perlakuan tersangka selama ditinggal orangtuanya ke Magelang.

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang dirasakan orang tua Bunga mendengar cerita anaknya. Tanpa menunggu lama, kakek dua cucu itu langsung dilaporkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Kebumen. Saat ini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Dia dijerat dengan Pasal 81 UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang undang dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar.