SM/Hafidz Kurnia - DIREKTUR PDAM : Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Purwitasari Kabupaten Purworejo Hermawan Wahyu Utomo

PURWOREJO, SM Network – Berdasarkan penilaian Kementerian PUPR(Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia) dan BPKP(Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Purwitasari Kabupaten Purworejo mengalami tren kenaikan ranking.

Kenaikan ranking tersebut terjadi sejak tahun 2017 hingga 2020 dengan dasar empat parameter penilaian.
“Berdasarkan empat parameter penilaian yaitu aspek keuangan, aspek pelayanan, aspek operasi dan aspek SDM(Sumber Daya Manusia), PDAM Purworejo masuk dalam kategori sehat dan mengalami kenaikan ranking,” ungkap Direktur PDAM Tirta Purwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo usai acara ramah tamah dan buka bersama dengan Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti serta sejumlah wartawan dari berbagai media di Rumah Makan Bogowonto, Purworejo pada Rabu petang (28/4).

Disampaikan, secara ranking Nasional, pada tahun 2017 ranking PDAM Purworejo adalah 106, kemudian tahun 2018 naik menjadi 61, tahun 2019 naik lagi menjadi 58 dan pada tahun 2020 mencapai ranking 42 Nasional dari 387 PDAM se-Kabupaten/Kota di Indonesia.

Pada tahun 2020, lanjutnya, PDAM Purworejo juga mengalami capaian kinerja yang bagus meski dalam masa pandemi Covid-19. Berdasarkan data, PDAM masuk kategori sehat dan mengalami kemajuan, bahkan PDAM juga telah mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari tim Kantor Akuntan Publik (KAP) Indarto.

Disampaikan, meskipun pandemi aset PDAM mengalami kenaikan signifikan, pada tahun 2019 aset PDAM adalah Rp33.9 miliar naik menjadi Rp39.8 miliar pada tahun 2020. Pendapatan juga mengalami kenaikan dari Rp27.3 miliar menjadi Rp28.8 Miliar. Laba sebelum pajak, naik dari Rp4,1 milar menjadi Rp4.3 miliar. Lalu untuk dividen ke Pemda naik dari Rp1,7 miliar menjadi Rp1,8 miliar.

Menurutnya, alasan PDAM tetap bisa bergerak dan mencapai target bahkan melampaui target pada saat pandemi Covid-19 adalah meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat pada saat pandemi.

“PDAM bisa tetap survive karena dalam hal layanan air bersih, PDAM menghasilkan produk yang mendukung dan dibutuhkan selama pencegahan virus Corona. Air bersih menjadi barang krusial untuk minum, MCK dan yang terpenting yakni Cuci Tangan sebagai salah satu protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Dari semua capaian tersebut, dikatakannya , tidak membuat PDAM Purworejo berpuas diri, malah dengan pencapaian tersebut PDAM semakin bersemangat untuk memberikan pelayanan terbaik. Penambahan jaringan juga akan dilakukan untuk Purworejo bagian barat meliputi Kecamatan Kemiri, Pituruh dan Butuh.

“Sementara pengembangan ke selatan menyambut hadirnya YIA dilakukan pengembangan di wilayah Kecamatan Bagelen dan Purwodadi bagian selatan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti yang hadir dalam acara ramah tamah dan buka bersama tersebut mengapresiasi kinerja dari PDAM Tirta Purwitasari Purworejo karena telah memberikan pelayanan yang terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat di Purworejo.

“Diharapkan pada tahun-tahun yang akan datang PDAM Purworejo bisa mempertahankan kinerja atau bahkan meningkatkan kinerjanya dengan lebih baik lagi,” pungkasnya.