Meski Pandemi, Antusias Belanja Jelang Lebaran Masih Tinggi

MAGELANG, SM Network – Meski di tengah pandemi Covid-19, masyarakat tetap antusias menyambut Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1441 H dengan berbelanja. Tak hanya berbelanja kebutuhan pokok, tapi juga busana dan cemilan yang biasa hadir di hari kemenangan itu.

Pasar Rejowinangun Kota Magelang, salah satu pasar tradisional yang mulai ramai dikunjungi orang berbelanja menjelang Lebaran. Peningkatan pengunjung mulai terasa sekitar empat hari lalu, terlihat dari padatnya area parkir dan beberapa blok/los kios. “Saya merasakan mulai ramai sekitar sepuluh hari terakhir. Tapi, paling ramai baru sekitar empat hari lalu. Banyak dari mereka yang berasal dari desa-desa yang memang biasa belanja kebutuhan Lebaran,” ujar Yani (40), Pemilik Toko Busana Muslim dan Kebaya, Top Jitu, Rabu (20/5). Ia mengaku, satu sisi merasa gembira karena pasar ramai yang berimbas pada dagangan yang laris. Namun, di sisi lain ia juga merasa khawatir dengan adanya virus corona yang hingga saat ini masih menjadi momok dan belum ada obatnya.

“Kalau pengunjung saya tanya sih katanya tidak takut corona, tapi takut pada Allah SWT. Jadi, tetap berbelanja. Saya senang saja toko ramai dan banyak yang beli, meski sebenarnya kondisi pasar tidak seramai momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya,” katanya. Yani menuturkan, guna mencegah penyebaran Covid-19 pihaknya mewajibkan semua pengunjung untuk memakai masker dan cuci tangan pakai sabun. Kepada pegawai juga wajib mengenakan masker dan rajin cuci tangan.

“Ya kita jaga-jaga saja, semoga tidak penyebaran virus Corona di pasar ini,” tuturnya yang menyebut, paling banyak pelanggan mencari busana muslim, kebaya orang tua, rukuh, peci/kopiah, dan baju anak-anak. Dari pantauan di lapangan, situasi di pasar tradisional yang pernah meraih penghargaan tingkat nasional itu ramai dikunjungi pengunjung. Kondisi parkir kendaraan roda dua di lantai dasar pun padat hingga tiga lapis.

Sejumlah bagian los pedagang juga ramai, seperti aneka jenis makanan ringan, busana, dan kebutuhan pokok. Di sisi lain, terdapat juga bagian los yang masih sepi dari pengunjung, seperti pakaian bekas, eks-PKL Pecinan, dan alas kaki (sandal dan sepatu).Sementara itu, Kepala UPT Pasar Rejowinangun, Agus Yudi Setianto mengutarakan, pengunjung Pasar Rejowinangun sejak empat hari lalu memang ada kecenderungan meningkat. Kondisi pasar pun lebih ramai dibanding hari-hari sebelumnya di masa pandemi Covid-19.

“Pengunjung mulai ramai di pasar. Kebanyakan membeli kebutuhan pokok, baru kemudian sandang, seperti busana atau sandal/sepatu. Dibanding sebelumnya, memang saat ini lebih ramai, juga banyak kios yang buka,” paparnya. Meski ramai, ia menegaskan, pengunjung diwajibkan mematuhi aturan protokol kesehatan. Di antaranya wajib memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak. Meski di lapangan terlihat untuk menjaga jarak agak sulit diterapkan. “Di banyak titik kita sediakan tempat cuci tangan beserta sabunnya. Di pintu utama, tersedia penyemprotan desinfektan yang harus dilalui pengunjung saat masuk,” ungkapnya.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan