Merindu Baitullah Dengan Dzikirullah

Labbaik Allahumma Labbaik, labbaika la syarika laka labbaik inna al hamda wa an ni’mata laka wa al mulk la syarika laka yang dikenal dengan istilah talbiyah adalah senandung para jamaah haji untuk memenuhi panggilan Allah beribadah haji di Tanah Suci Makkah.

Bagi umat muslim di dunia bisa menjalanlan ibadah haji adalah sesuatu yang sangat istimewa, ada yang menabung puluhan tahun demi untuk menjalankan perintah Allah ini. Namun, di tahun 2020 jamaah haji di seluruh dunia yang seharusnya bisa menjalankan rukun Islam yang ke lima harus menahan impiannya, sebab pandemi Covid-19 telah merubah segala tatanan di dunia.

Pemerintah Arab Saudi membatasi jamaah haji karena badai pandemi korona. Jutaan umat muslim pun urung berangkat ke Tanah Suci, hanya 1.000 orang terpilih yang bisa berhaji. Hal itu juga dirasakan umat Islam di Jawa Tengah.

Ahmad Muhdzir salah satu warga Jawa Tengah yang gagal berangkat menjalankan ibadah haji tahun 2020. Meski ada rasa kecewa namun pria yang juga menjabat sebagai Kepala Kemenag Kabupaten Temanggung ini, mengaku harus berbesar hati karena semua pada dasarnya adalah kehendak dan milik Allah.

Untuk menghalau rasa kecewa itu, Ahmad Muhhdzir pun lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, rasa rindu pada Baitullah itu diungkapkan dengan dzikirullah. Dia mengaku karena kondisi harus belajar legawa, sebab panggilan ibadah haji adalah rahasia Allah.

“Kita harus legawa ini bagian dari ujian Allah SWT kepada kita dan sebagai calon jamaah haji harus menerima itu harus sabar, dengan ujian ini. InsyaAllah kalau ikhlas maka sebenarnya kita sudah mencapai mambrur sejati yaitu keikhslasan sejati berupa kepasrahan kepada Allah,”katanya kemarin.

Menurutnya, pada saat hari Arafah nilai yang terkandung di sana adalah mengetahui kondisi atau memahami tentang diri kita dan memahami pencipta kita. Dia berpedoman pada sebuah hadits bahwa siapa yang tahu dirinya maka dia tahu sang penciptanya.

“Saya sendiri secara pribadi karena pernah ke sana ingin merasakan kondisi di sana, sangat rindu. Kemudian saya memperbanyak dzikir, memperbanyak taqarub mendekatkan pada Allah dengan cara berpuasa di Hari Arofah ini. Saya juga mengikuti training ESQ untuk bisa merasakan kondisi di Arafah sana, sehingga mengobati kerinduan kita,”katanya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Temanggung Eko Widodo menuturkan, seharusnya ada 635 orang yang berangkat ke Tanah Suci pada kloter 25, 26, 27 atau 2 dan 3 Juli 2020. Namun karena ada wabah korona maka mereka batal berangkat.

“Memang kemudian keberangkatan meraka dibatalkan dan ditunda tahun 2021. Tapi di Temanggung tidak ada yang sampai kemudian baper nangis-nangis nggak ada. Jadi biasa saja,”katanya.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan