Meriah, Puluhan Warga Ikuti Festifal Layangan di Magelang

MUNGKID, SM Network – Menyambut HUT RI yang ke 75, puluhan warga Dusun Kaweron, Kelurahan Muntilan, Kecamatan Muntilan ikuti lomba Kaweron Festival Layang-layang 2020.

Acara tersebut diadakan guna menyemarakkan peringatan HUT RI di tengah pandemi Covid-19.
“Lomba-lomba semua ditiadakan. Dan tahun ini tidak ada acara sama sekali, terus kami inisiatif mengadakan lomba yang lain dari pada yang lain,” jelas Ketua panitia Kaweron Festival Layang-Layang 2020, Fahri Ramadhani, Senin (17/8).

Fahri juga mengatakan dengan adanya festival ini masyarakat dapat semakin rekat hubungannya. “Karena beberapa masyarakat masih terlihat ngeblok-ngeblok dan kurang berbaur. Jadi dengan adanya Covid-19 ini, juga banyak hikmah karena masyarakat terlihat semakin rukun,” jelasnya.

SM/Dian Nurlita FESTIVAL: Puluhan warga Dusun Kaweron, Kelurahan Muntilan, Kecamatan Muntilan padati lapangan desa guna melihat festival layangan.

Dari festival layang-layang ini sendiri, tidak ada patokan umur. Siapa saja boleh ikut. “Disini saya berkeinginan menambah hubungan yang sudah rekat biar tambah rekat. Disamping itu, juga mengurangi kecenderungan anak-anak terhadap gadget,” imbuhnya.

Kriteria penilaian lomba dalam festival ini sendiri diambil dari beberapa kategori. Seperti kesulitan pembuatan, keindahan, dan gaya terbang. “Keindahan sendiri yang dinilai itu, seperti bentuk dan tema yang tidak mengandung unsur SARA dan pornografi,” terang Fahri.

Masing-masing peserta diberi waktu 10 – 15 menit untuk menampilkan layangannya. Itu mulai dari menerbangkan hingga terbang. Lomba ini sendiri diikuti oleh 30 orang peserta, khusus warga Dusun Kaweron saja.
“Untuk mengantisipasi Covid-19, kami memang membatasi,” ujarnya.

Pemenang lomba festival ini, nantinya diambil dari enam kategori yakni juara umum, juara favorit, dan juara 1 2 3. “Untuk juara favorit kita ambil dari segi unik, dan terlucu. Entah itu dari bentuknya, atau saat menerbangkan kok nyangkut-nyangkut. Pokoknya yang menghibur,” kata Fahri.

Ia juga berharap, agar kedepannya festival ini bisa menjadi acara tahunan. “Harapannya jika acara ini sukses, bisa menjadi acara tahunan di dusun kami,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta Eko Gilang Purwantoro, mengaku cukup antusias dengan adanya festival ini. “Ya senang sekali, sebab belum pernah diadakan di desa kami,” jelasnya.

Eko mengaku untuk membuat layangan itu ia memerlukan waktu seminggu. “Karena saya membuat sendiri dan saya kerjakan diwaktu luang, makannya jadi lama. Seminggu,” jelasnya. Ia memilih membuat bentuk helikopter, sebab menurutnya unik dan tidak ada peserta lain yang membuatnya.


Dian Nurlita/ita

5 Komentar

  1. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  2. I like this website very much, Its a very nice office to read and incur information.

Tinggalkan Balasan