ilustrasi

PURWOREJO, SM Network – Dua orang yang dinyatakan positif Covid-19 dan yang menjalani karantina rumah, akhirnya di isolasi di RSUD Tjitrowardojo, Kamis (9/4), malam hari. Kebijakan untuk mengisolasi pasien beserta keluarganya di rumah sakit ini dilakukan lantaran meresahkan masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh dr Darus selaku juru bicara Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam penanganan Covid-19, Jum’at (10/4). “Dengan pertimbangan munculnya keresahan di tengah masyarakat yang khawatir tertular, maka keluarga tersebut akhirnya kita evakuasi ke RSUD dr Tjitrowardojo,” ungkapnya.

Darus menyebutkan, pihaknya telah mengisolasi satu keluarga, yang terdiri atas dua orang yang telah dinyatakan positif Covid-19, diantaranya bapak dan anak kandung, beserta istri yang masih berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Sebenarnya, lanjut Darus, sesuai dengan prosedur yang berlaku, orang yang positif Covid-19 namun tidak ada keluhan, tidak perlu menjalani perawatan di rumah sakit.

Yang bersangkutan bisa melakukan isolasi mandiri, dengan pengawasan dan pemantauan yang ketat. Ia juga menampik anggapan sebagian masyarakat bahwa warga positif Covid-19 tersebut tidak diisolasi di rumah sakit, karena merupakan seorang pejabat di jajaran Pemkab Purworejo.

“Ini bukan masalah pejabat atau rakyat biasa, tapi karena prosedurnya memang seperti itu. Rakyat biasa-pun kalau positif Covid-19 tapi kondisi kesehatannya membaik, bisa diisolasi di rumah masing-masing,” ujarnya.

Darus menganalogikan dengan kasus yang terjadi di negara-negara yang memiliki pasien Covid-19 cukup banyak. “Kalau korban terus bertambah, rumah sakit bisa kekurangan ruang isolasi utamanya bagi PDP atau yang positif dengan kondisi kesehatan benar-benar bermasalah. Sehingga yang terkonfirmasi positif namun kondisi kesehatannya membaik ya dipulangkan saja untuk isolasi mandiri di rumah,” katanya.

Namun demikian, penjelasan Darus mengenai kebijakan karantina rumah tersebut mendapat kritikan dari sejumlah anggota DPRD Purworejo. Muhammad Abdullah, dari Fraksi Partai Nasdem, berpandangan isolasi di rumah sakit dinilai lebih efektif daripada membiarkan orang dengan Covid-19 berada di rumah. Menurutnya, pertimbangan aspek ketenangan masyarakat patut diperhitungkan, tidak hanya menjalankan prosedur semata.

“Saat ini RSUD masih dapat menampung (orang positif Covid-19), karena karantina di rumah itu tidak ada yang menjamin, pasien tersebut mematuhi aturan untuk tidak keluar rumah, ditambah lagi tidak ada pengawasan. Tidak salah jika masyarakat panik,” tandasnya.

Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi PDIP, Luhur Pambudi, mendesak kepada satuan gugus tugas Covid-19 di Purworejo untuk melacak interaksi orang yang terpapar virus tersebut. Ia meminta petugas penanganan Covid-19 untuk transparan supaya tidak menimbulkan keresahan.

“Harus dilacak, pasien yang positif dan keluarganya pernah kontak dengan siapa saja, harus segera dilakukan test kepada mereka (yang pernah berinteraksi dengan pasien Covid-19). Saya juga meminta gugus tugas terbuka supaya masyarakat tidak panik,” katanya.


Heru Prayogo/Kim

3 KOMENTAR