Merasa Dikriminalisasi, Keluarga Minta Terdakwa Penganiayaan Dibebaskan

SLEMAN, SM Network – Puluhan anggota keluarga terdakwa penganiayaan, Rohmat Widodo (34) dan Sapto Widyanarko (34) mendatangi kantor DPD Federasi Advokat RI (Ferari) DIY, Rabu (23/12). 

Maksud kedatangan mereka untuk memberi dukungan moril kepada kuasa hukum, sebelum sidang pembacaan pledoi yang akan digelar di PN Klaten, Selasa (29/12) pekan depan. Istri terdakwa Sapto, Susi Handayani (34) berharap suaminya dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan.

“Kami menduga ada rekayasa dakwaan. Ada saksi yang bilang suami saya tidak melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan,” ucapnya.

Setelah suaminya ditahan pada awal Oktober 2020, kedua anaknya sering menanyakan keberadaan sang ayah. Senada disampaikan istri Rahmad Widodo, Siswanti. Perempuan yang sedang hamil anak ketiga ini mengaku sangat terpukul. Dia meminta suaminya dibebaskan karena merupakan tulang punggung keluarga.

“Sejak suami ditahan, kami hidup dengan bantuan tetangga dan saudara-saudara,” ujarnya.

Sapto dan Rohmat diajukan ke meja hijau karena dituduh melakukan penganiayaan terhadap Yuniadi Isnianto (27) alias Londo pada Januari 2019 silam. Jaksa menuntut keduanya dengan hukuman 6 bulan atas pelanggaran pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHP.

Kuasa hukum terdakwa, Rohmidhi Srikusuma mengatakan tidak benar bahwa kliennya telah melakukan penganiayaan. Dia menilai adanya kriminalisasi dalam kasus ini. Sebab kedua kliennya justru mendapat penghargaan dari pengurus RW 02, Dusun Getasan, Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten karena dipandang berhasil mengamankan lingkungan dari aksi pencurian.

“Mereka tidak pernah melakukan pengeroyokan terhadap Londo yang diduga telah mencuri sepeda onthel. Niat mereka hanya ingin menyelamatkan barang milik salah satu warga dan selanjutnya diserahkan kepada yang berwajib,” katanya.

Tinggalkan Balasan