SM/Dananjoyo : Pemandangan Gunung Merapi terlihat dari kawasan Bendungan Tambak Bayan, Catur Tunggal, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (28/2).
JOGJAKARTA, SM Network - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sejak Sabtu malam, 27 Februari 2021, hingga Minggu pagi 28 Februari 2021 Gunung Merapi tampak meluncurkan lava pijar 39 kali. Luncuran lava pijar terjadi maksimal hingga 800 meter ke barat daya. Selain itu, Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga teramati sekali mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur 1.000 meter.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menjelaskan, hasil pengamatan periode 18.00-24.00 WIB, Gunung Merapi tampak meluncurkan lava pijar 14 kali. Luncuran lava pijar terjadi maksimal hingga 800 meter ke barat daya. 

Guguran lava pijar, lanjut Hanik, terjadi lebih banyak pada periode Minggu dini hari hingga pagi. Setidaknya, terjadi sebanyak 25 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter ke arah barat daya. 
 
“Juga teramati sekali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.000 meter ke arah barat daya,” jelas Hanik, Minggu, 28 Februari 2021. 

Dalam periode itu, gempa awan panas guguran terjadi sekali selama 99 detik. Selain itu, gempa guguran terjadi 39 kali dengan durasi 11 hingga 102 detik, gempa hembusan sekali, dan gempa fase banyak sekali. 
  
Sementara, gempa guguran terjadi 31 kali dengan durasi sembilan hingga 130 detik. Adapun gempa hembusan terjadi enam kali. 
 
Hanik menegaskan Gunung Merapi masih berstatus siaga. Wilayah ancaman bahaya lontaran material saat erupsi sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer. Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.