Menteri Perindustrian Desak Pabrik Rokok Beli Tembakau

Petani Layangkan Surat Kepada Industri Rokok

TEMANGGUNG, SM Network – Persoalan rendahnya harga dan serapan tembakau petani oleh pabrikan rokok yang tidak kunjung usai mendapat respon Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Sebelumnya dia memerintahkan Dirjen Industri Agro Abdul Rochim turun ke Temanggung guna mengecek pembelian di perwakilan pabrikan dan langsung ke petani. Saat ini secara resmi telah melayangkan surat kepada pihak pabrik rokok agar membeli tembakau petani.

“Jadi kita adalah Pemerintah Daerah satu-satunya yang meminta pemerintah pusat turun tangan. Alhamdulillah, Menperin sudah menyurati pabrik-pabrik rokok untuk mempercepat pembelian tembakau petani dengan harga yang pantas. Sekarang jumlah tembakau petani yang menumpuk di desa-desa masih banyak karena belum laku”ujar Bupati Muhammad Al Khadziq, Minggu (27/9).

Menurut Hadik, anjloknya harga antara lain karena omset penjualan rokok kretek saat ini menurun akibat kenaikan cukai rokok dan resesi ekonomi, sehingga pabrik mengurangi penyerapan bahan baku. Namun demikian, dengan adanya surat dari menteri pihak pabrik rokok harus mengindahkannya dengan mempercepat membeli tembakau petani. Pemkab Temanggung sebelumnya telah menempuh berbagai langkah di lapangan, namun tak kunjung membuahkan hasil.

Maka Hadik meminta pemerintah pusat turun tangan secara langsung mengatasi anjloknya harga tembakau tahun ini. Karena tembakau ini menjadi persoalan nasional, terutama di sentra pertanian tembakau di Jateng, Jabar, Jatim, NTB maka sekarang diperlukan intervensi oleh pemerintah pusat. Surat resmi Menteri Agus Gumiwang, bernomor B/704/M-IND/IX/2020 Perihal Penyerapan Tembakau Lokal itu ditujukan kepada Ketua Asosiasi Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GARPRI).

Hal itu menanggapi surat Bupati Temanggung kepada Menteri Perindustrian Nomor P/484/525.23/01.3/IX/2020 tanggal 18 September 2020 perihal penyerapan tembakau Temanggung dan memperhatikan daerah sentra produksi tembakau. Dalam suratnya Menteri Perindustrian meminta perusahaan rokok anggota GAPPRI untuk tetap berkontribusi kepada perekonomian nasional selama pandemi Covid-19. Penyerapan bahan baku tembakau saat ini merupakan salah satu upaya dalam melakukan recovery ekonomi di daerah yang menggantungkan hidupnya dari usaha pertanian dan perkebunan.

“Untuk itu kami mendorong anggota GAPPRI agar mempercepat penyerapan dan mengutamakan pembelian tembakau dalam negeri sampai akhir masa panen dengan harga yang pantas dan saling menguntungkan, di daerah-daerah penghasil tembakau, seperti Kabupaten Temanggung dan lain-lain,”katanya.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Parmuji mengatakan, saat ini memang diperlukan peran serta pemerintah untuk menjembatani antara petani dengan pihak industri rokok. Tembakau menjadi harapan terakhir petani terutama di masa pandemi Covid-19, setelah sebelumnya panen sayur seperti cabai, tomat, brokoli, bawang putih, harganya rendah dan tidak terserap pasar sehingga petani merugi.

“Dibutuhkan konektivitas antara pemerintah pusat dan pihak industri, sebab perdagangan tembakau itu spesifik tidak bisa disamakan dengan produk atau niaga yang lain. Di tembakau soal harga petani tidak bisa menentukan, semua tergantung pemerintah yang menentukan cukainya. Harus diatasi serius oleh pemerintah, jangan sampai petani kemudian berbuat di luar kendali,”katanya.

Petani tembakau Gunung Sumbing, Yamuhadi menuturtkan, harapan terakhir petani lokal ada di dua pabrikan besar, yakni PT Gudang Garam dan PT Djarum. Tapi disayangkan sekarang pembelian lambat, terutama dialamatkan pada PT Djarum yang dinilai petani menerapkan standar sangat tinggi sehingga sulit dijangkau.

Tinggalkan Balasan