SM/Asef F Amani - KONSULTASI PUBLIK: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno didampingi Dirut BOB Indah Juanita dan Bupati Purworejo Agus Bastian memberi keterangan pers usai mengikuti acara Konsultasi Publik Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di Plataran Heritage Borobudur Hotel Magelang.

Bakal Digelar MotoGP Trail di Purworejo

MAGELANG, SM Network – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menegaskan, pemerintah mulai fokus pada pemulihan sektor pariwisata di tahun 2021 ini setelah dihantam pandemi Covid-19. Selain tetap disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes), pemerintah juga akan segera menjalankan vaksinasi untuk para pelaku pariwisata.

“Saya ingin menyampaikan kabar gembira bahwa, pemerintah akan segera menyasar vaksinasi bagi para pelaku pariwisata. Ini jadi tahap awal untuk kita berupaya pemulihan sektor pariwisata,” ujarnya dalam acara Konsultasi Publik Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang diadakan Badan Otorita Borobudur (BOB) di Plataran Heritage Borobudur Hotel Magelang, Jumat (12/3).

Dia menuturkan, pemerintah tak main-main dalam mendukung upaya pemulihan sektor pariwisata ini. Salah satunya mendukung upaya BOB yang mengadakan KPBU yang berisi paparan prospek investasi di “Borobudur Highland” Perbukitan Menoreh di hadapan sejumlah calon investor.

“KPBU ini juga langkah awal kita pengembangan sektor pariwisata dengan tidak hanya mengandalkan APBN, tapi juga kemitraan dengan para investor. Hari ini saya ajak langsung Pak Luhut Menko Kemaritiman ke Zona Otorita di Perbukitan Menoreh dan beliau mengatakan ini adalah destinasi unik yang dikelola dengan sistem ecotourism,” katanya.

Sandi juga menyebutkan, pemerintah sudah merencanakan event berskala internasional di kawasan ini, yakni moto GP trail. Bahkan, ia merencanakan event berkelas dunia ini akan diadakan sekitar bulan Juli 2021.
“Lokasinya di Kabupaten Purworejo. Kita berharap kasus pandemi Covid-19 terus turun dan kita bisa mengadakan event besar tersebut. Pak Bupati Purworejo Agus Bastian juga setuju dan sudah siap dengan infrastruktur pendukungnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, Kawasan Pariwisata Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang dikembangkan secara kolaboratif antara pihak pemerintah dan swasta, serta berbagai stakeholders terkait. Pengembangan Kawasan Pariwisata Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas mencakup Destinasi Pariwisata Nasional Borobudur-Yogyakarta, Solo-Sangiran, dan Semarang-Karimun Jawa.

“Pengembangan sektor pariwisata tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang dituangkan di dalam Peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2015 tentang Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Koridor Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung, dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang,” paparnya.

Sementara itu, Dirut BOB, Indah Juanita mengutarakan, KPBU sendiri merupakan kesempatan pihaknya untuk memaparkan prospek investasi di Zona Otorita yang ada di Perbukitan Menoreh. Hal ini sesuai dengan tugasnya membangun kawasan pariwisata terpadu seluas 309 Ha di Perbukitan Menoreh yang berada di Kabupaten Purworejo, dengan akses dari Purworejo dan Kulonprogo, yang menjadi produk pariwisata baru di Kawasan Pariwisata Borobudur.

“Saat ini Borobudur Highland adalah hutan pinus di ketinggian 800-1000 meter di atas permukaan laut. Lahan seluas 50 hektar menjadi sertifikat hak pengelolaan lahan (HPL) BPOB dan 259 hektar dalam bentuk kerja sama antara BPOB dengan Perum Perhutani selama 30 tahun dan dapat diperpanjang. Borobudur Highland dikembangkan dengan tema Cultural Eco-resort, menyediakan 17 lot untuk investor hotel dan resort,” terangnya.

BOB, kata Indah, membuka peluang kepada para investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan Borobudur Highland melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan untuk berinvestasi resort maupun atraksi berkelas internasional. Borobudur Highland dapat membangkitkan sektor pariwisata di Indonesia secara lebih cepat.

“Rencana kami, pembangunan jembatan dan gerbang masuk kawasan dipersiapkan di tahun 2021 dan tahun 2022 rencananya akan tersedia 7 lot siap bangun, dan tahun 2023 direncanakan selesai 10 lot lainnya. Total kamar resort yang dibangun sekitar 1.050 unit dan kapasitas maksimal tamu yang menginap adalah 500.000 orang per tahun,” ungkapnya.