Meninggal Saat Bertugas, Tiga ASN Terima Penghargaan dan Kenaikan Pangkat

PURWOREJO, SM Network – Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meninggal saat menjalankan tugas diberikan penghargaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) beserta Kenaikan Pangkat Anumerta oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian, kepada tiga keluarga ASN yang meninggal ketika menjalankan tugas tersebut, di Ruang Bagelen Setda Purworejo, Rabu (2/9/). Hadir pula Kepala BKD Nancy Megawati Hadisusilo, Kadindikpora Sukmo Widi Harwanto, Kadinpermasdes Agus Ari Setiyadi, dan sejumlah pejabat OPD.

Penghargaan diberikan kepada keluarga almarhumah Suharwati yang merupakan Guru yang bertugas di SD Negeri Sindurjan. Kepada almarhum Triyanto pelaksana di Dinpermasdes, dan almarhum Nur Kholis pelaksana di Bagian Umum Setda Kabupaten Purworejo.

Ketiganya juga berhak memperoleh manfaat JKK dan JKM dari PT Taspen. Keluarga Suharwati memperoleh Rp 304.837.400, keluarga Triyanto sebesar Rp 281.952.000, dan keluarga Nur Kholis memperoleh Rp 332.459.700.

“Tentu apa yang diperoleh ini tidak bisa menggantikan beliau-beliau yang meninggal pada saat menjalankan tugas kewajibannya. Namun inilah apresiasi dan bentuk penghargaan Pemerintah yang diberikan kepada para abdi negara yang telah melaksanakan tugasnya,” kata Bupati.

Bupati memaparkan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, Pemerintah wajib memberikan perlindungan bagi ASN antara lain berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk menyelenggarakan pemerintahan umum dan pelayanan publik.

JKK dan JKM diberikan oleh Pemerintah sebagai bentuk penghargaan kepada ASN atas pengabdian dan dedikasi dalam bekerja. Selain itu juga merupakan suatu wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap ASN beserta keluarganya, dalam memberikan jaminan terhadap resiko yang mungkin terjadi dan dialami ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Seorang Pegawai ASN yang ditetapkan tewas mempunyai hak atas manfaat JKK serta hak untuk diberikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi. Namun untuk itu, harus memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pedoman Kriteria Penetapan Kecelakaan Kerja, Cacat, dan Penyakit Akibat Kerja, Serta Kriteria Penetapan Tewas Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

“Saya berpesan kepada keluarga almarhum, agar bisa memanfaatkan dengan bijak uang yang jumlahnya tidak sedikit ini. Gunakan terlebih dahulu untuk keperluan yang penting dan mendesak, termasuk ditabung untuk masa depan anak-anak,” imbuh Bupati.

Tinggalkan Balasan