SM/Supriyanto - HASIL LAB: Mantan Sekda Kebumen Adi Pandoyo menunjukkan hasil laboratorium almarhum ibu mertuanya yang dinyatakan negatif Covid-19, Minggu (5/4).

KEBUMEN, SM Network – Penetapan seorang menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 tidak hanya berdampak sangat kompleks. Tidak hanya di bidang kesehatan saja, melainkan pada kehidupan sosial.

Bagaimana tidak, selain harus melakukan karantina mandiri bagi orang yang berinteraksi secara langsung, keluarga pasien juga turut menanggung dampaknya seperti dijauhi dan dikucilkan. Maklum sebagian orang masih memberikan stigma negatif bagi pasien Covid-19.

Seperti dialami oleh keluarga mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Adi Pandoyo. Setelah sang ibu mertua Sufartumi (78) dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, keluarganya ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Sebagai ODP, sang istri Farita Listiyati (Camat Pejagoan) dan kedua adiknya dr Ratna Suryani (dokter RSUD dr Soedirman), serta Eny Handayani (PNS di BPKAD) melakukan karantina mandiri di rumah.

“Sejak dinyatakan  ebagai orang dalam pengawasan (ODP) orang enggan mendekat kepada keluarga yang lain meskipun tidak pernah kontak dengan pasien,” ujar Adi Pandoyo kepada Suara Merdeka, Minggu (5/3).

Saat sang ibu meninggal, Rabu (1/4) meskipun hasil laboratorium belum keluar pemulasaraan jenazah maupun pemakaman menggunakan protap pasien Covid-19. Pihaknya taat dengan aturan yang ada termasuk saat keluarga tidak diperbolehkan mendekat. Pemakaman pun harus dibantu oleh para petugas BPBD Kebumen dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) standar.

Sehari setelah itu, keluarga kemudian diminta melakukan rapid test. Saat mengambil darah, petugas menggunakan APD.  “Alhamdulillah hasilnya semuanya negatif,” imbuh Adi Pandoyo. Baru pada Jumat (3/4), hasil pemeriksaan spesimen dari Laboratorium Virologi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta sudah keluar. Hasilnya, dari dua spesimen yang diperiksa, sang ibu dinyatakan negatif Covid-19.

“Dengan ini kami menyampaikan meninggalnya ibu kami meninggal biasa karena usia tua dan penyakit jantung yang diidap selama 10 tahun. Bukan karena Covid-19,” ujar Adi Pandoyo seraya menunjukkan lembar hasil laboratorium. Riwayat Perawatan Lebih lanjut, Adi menceritakan bahwa sang ibu dirawat pertama di RSUD Kebumen pada 4 Maret 2020 selama sembilan hari karena sakit jantung dan paru-paru.

Sempat pulang tiga hari, dan kembali dirawat di RSU Kebumen. Pada 27 Maret kondisi sang ibu melemah dan sempat muntah darah hingga masuk ICU. Pada harinya pihak keluarga dipanggil tim medis dan disampaikan pasien terindikasi Covid-19. Pada 1 April 2020 kondisi sang ibu melemah dan meninggal dunia pada pukul 04.55.

Karena pasien terindikasi Covid-19, pihak keluarga tidak boleh mendekat. Setelah tiga jam menunggu dalam ketiakpastian, baru pada pukul 08.00 pihak rumah sakit mempersiapkan pemulasaran jenazah. “Karena dua petugas yang biasa memandikan sedang sakit, kami meminta agar jenazah dimandikan oleh putri-putrinya,” ujar Adi menyebutkan saat memandikan semuanya menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar.

Lebih lanjut, Adi memberikan saran kepada pemerintah daerah untuk lebih melindungi para petugas di rumah sakit dengan alat pelindung diri yang standar. Jika ada yang positif, petugas medis agar tidak pulang ke rumah terlebih dahulu dengan dipersiapkan tempat khusus yang membantu mereka lebih nyaman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap tim medis untuk lebih berhati-hati dalam menentukan orang dinyatakan Covid-19. Karena dampaknya terasa sekali bagi keluarga,” tandasnya seraya berharap kepada masyarakat apabila orang yang terindikasi terpapar Covid-19 untuk tidak diberikan stigma dan kemudian dikucilkan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kebumen Cokro Aminoto mengatakan jumlah ODP 1.765 orang, 236 orang di antaranya telah selesai pemantauan. Sisanya 1.529 masih proses pemantauan. Sedangkan PDP 49 orang. Sebanyak 12 orang diantaranya telah selesai pengawasan.

PDP dengan hasil lab negatif 10 orang. Termasuk pasien berinisial S (78 tahun) yang telah meninggal dunia. Adapun pasien positif Covid-19 sebanyak dua orang, satu pasien dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

“Kami meminta seluruh warga Kebumen menunda mudik, sering mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, tetap tinggal di rumah dengan menjaga jarak aman. Kemudian tidak berkerumunan dengan orang banyak dan tetap tenang serta berdoa kepada Allah,” ujarnya.


Supriyanto

2 KOMENTAR