SM/Dian Nurlita - TEBAR: Para warga saat sedang menebar benih ikan di irigasi.

MUNGKID, SM Network – Desa Ngrajek yang terkenal akan sumber air melimpah serta merupakan sentra budidaya ikan air tawar. Kini para warganya memanfaatkan sumber daya alam yang ada, dengan membentuk wisata kolam ikan yang diberi nama Lepen Shumong.

Destinasi yang baru diresmikan beberapa hari ini, memanfaatkan aliran irigasi yang ada di desa. Kepala Desa Ngrajek, M Rizky Kurniawan, mengatakan bahwa selain memanfaatkan aliran air di irigasi juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kualitas air.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kualitas air dan kondisi sungai dimungkinkan akan lebih bersih. Sebab secara otomatis masyarakat yang biasanya membuang sampah di aliran sungai, akan merasa sungkan karena aliran irigasi ini benar-benar dimanfaatkan oleh warga sebagai sarana prasarana memelihara ikan,” jelas Rizky.

Rencananya ia bersama dengan Bumdes, akan menjadikan Desa Ngrajek ini sebagai destinasi wisata. “Jadi kami tidak mau seperti dulu-dulu yang notabennya desa kami hanya dilewati oleh wisatawan,” ujarnya.

Pihaknya ingin membuat Desa Ngrajek menjadi desa wisata yanh dikenal karena kekhasannya yakni pada sektor pariwisata air. “Jadi kami punya gagasan antara pemerintah desa, masyarakat desa Ngrajek, dan juga BUMDes untuk mengembangkan destinasi-destinasi wisata yang akan memblowup yang akan mengutamakan di sektor pariwisata air,” terang Rizky.

Menurutnya desa Ngrajek ini memiliki sumber mata air yang melimpah. “Dan selama ini digunakan oleh masyarakat sebagai sarana air bersih, juga digunakan untuk mengaliri persawahan baik persawahan padi atau kolam-kolam yang ada,” imbuhnya.

Meskipun saat ini baru diterapkan di tiga dusun, natinya secara bertahap akan diterapkan disemua dusun. “Pastinya kami akan secara bertahap dalam mengembangkan ini, yang penting berjalan dulu. Kemungkinan akan kita pilah-pilah, yakni setiap dusun akan memiliki ciri khasnya masing-masing. Misalnya di Ngrajek 1 satu ini untuk edukasi ikan nila merah, Ngrajek 2 ikan mas merah, kemudian Ngrajek 3 bisa dipusatkan ikan koi,” papar Rizky.

Rizky juga menyebutkan bahwa Desa Ngrajek pernah menjadi ikon perikanan di Jawa Tengah. “Kita juga akan bekerjasama dengan dinas terkait untuk mengembangkan sektor perikanan ini. Kita akan mengembalikan nama Desa Ngrajek sebagai Ikon perikanan di Jawa Tengah,” imbuhnya.

Nama Lepen Sumong sendiri memiliki arti aliran sungai yang melewati wilayah Sumong. “Sebenernya Lepen itu artinya sungai, sedangkan Sumong itu berasal dari nama daerah sini,” terang Rizky.

Benih-benih ikan yang ditebar dalam saluran irigasi pun berasal dari swadaya masyarakat. “Jadi banyak dari warga kami itu merupakan pengepul dan petani ikan. Nah pas mereka tahu kami akan mengadakan kegiatan ini dan melakukan peresmian, para warga secara sukarela menawarkan diri untuk menyumbangkan bibit ikan yang akan ditebar,” pungkasnya.

Dia pun berharap wisata yang baru saja diresmikan ini dapat menjadi salah satu destinasi penunjang di Borobudur. “Kami ingin Desa Ngrajek ini bisa menjadi wisata penyangga untuk menimba ilmu atau mengedukasi wisatawan lokal maupun interlokal,” harapnya.

Sementara itu, Ketua BUMDES Ngrajek Yusuf Wardani menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan karang taruna untuk mengelola wisata tersebut. Ia mengaku bahwa pihaknya juga sudah bermitra dengan para agen travel pariwisata.

”Kami yang akan memperkenalkan potensi Desa Ngrajek ini. Sementara untuk teknik lapangannya melalui kegiatan karang taruna. Pemuda sini kan sudah mahir dalam perikanan/pertanian, nanti kami bimbing menjadi pemandu wisata di bidangnya masing-masing,” tambah Yusuf.

Terkait pengembangan wisata Lepen Shumong, kata Yusuf, pihaknya akan membentuk mitra dengan masyarakat. ”Apabila warga sudah paham betul tentang menghandle wisata, tentunya kami juga memiliki tanggung jawab untuk mendatangkan wisatawan,” ujarnya.

Terakhir Yusuf mengatakan bahwa dengan diresmikannya Lepen Shumong, ia berharap wisatawan yang datang dapat dibekali juga dengan edukasi. ”Jadi selain mendapat kepuasan dengan menikmati pemandangan, wisatawan juga bisa mendapat ilmu tentang budidaya ikan,” pungkasnya.

2 KOMENTAR