Mendiro Bertekad Membangun Desa Inklusif

PURWOREJO, SM Network – Pandemi Covid-19 membawa dampak langsung pada kebijakan pembangunan di desa, termasuk yang dialami Desa Mendiro, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo.

Banyak kegiatan yang sudah disepakati tahun 2020 tidak bisa terlaksana karena anggaran desa banyak dialihkan untuk penanganan pencegahan dan Bantuan Langsung Tunai akibat dampak Covid-19. Namun pada sisi lain juga memberikan nilai positif bagi tekad Desa Mendiro melakukan perubahan kebijakan pemerintahan dan pembangunan secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Mendiro, Awan Yoga, pada acara Lokakarya Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) untuk Tahun 2021 yang diselenggarakan Rabu (16/9).

Lokakarya dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, beberapa Kepala Desa dari sekitar Desa Mendiro, UPT Penyuluhan Pertanian, UPT Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Wilayah, UPT Puskesmas dan KUA Kecamatan Ngombol, Pendamping Desa, Masyarakat delegasi Dusun, perwakilan Lembaga Kemasyarakatan Desa, warga miskin, difabel, lansia dan unsur pemuda serta FORMASI yang mendampingi langsung proses pembaharuan Desa Mendiro.

Dalam kesempatan itu Sekretaris Desa Mendiro, Febri Triantoro selaku Koordinator Tim Penyusun RKP Desa Mendiro, memaparkan seluruh tahapan proses penyusunan RKP Desa dan Rencana Prioritas Pembangunan Desa Mendiro Tahun 2021 dilengkapi dengan pagu anggaran. Para Kepala Desa yang hadir memberikan masukan terkait pembangunan antar desa atau pembangunan kawasan perdesaan yang akan menjadi usulan prioritas pada pelaksanaan Musrenbangcam Tahun 2021. 

Salah satu peserta perwakilan dari Lansia secara detail dan rinci menyampaikan rencana kegiatan Lansia pada usia 60-70 tahun atau Lansia Resiko Tinggi yang jumlahnya 86 orang. Salah satu kegiatan yang diusulkan adalah Pemenuhan Makanan Tambahan (PMT) Lansia dan lain-lain yang total usulannya sebesar Rp 18.179.000. Sedangkan dari perwakilan Posbindu mengusulkan rencana kegiatan dan anggaran sebesar Rp 15.000.000.

Menurut Kades Mendiro, Awan Yoga, proses tahapan penyusunan RKP Desa ini memang inovasi baru, bertujuan memberikan ruang partisipasi dan keterbukaan informasi sebesar-besarnya kepada seluruh unsur masyarakat. Dengan model partisipasi seperti ini diharapkan tidak ada lagi keluhan warga ketika semuanya sudah ditetapkan dalam Peraturan Desa tentang RKP Desa Tahun 2021. Selain itu, proses partisipasi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Desa Mendiro.

“Tidak hanya Lansia, tetapi perwakilan dari masyarakat miskin dan difabel kami berusaha untuk memberikan ruang dan kesempatan yang sama dengan masyarakat lainnya,” katanya.

Yusuf Murtiono dari FORMASI Kebumen mengapresiasi dan terlibat dalam pendampingan langsung terhadap komitmen Desa Mendiro untuk menjadikan Desa Mendiro lebih partisipatif, transparan dan inklusif (ramah terhadap warga miskin, berkeadilan gender dan difabel). Yusuf mengharapkan dengan komitmen Desa Mendiro ini seluruh tahapan proses yang baik terutama dalam menyusun dokumen perencanaan dan penganggaran desa bisa dijadikan contoh desa-desa lain.

“Pelaksanaan UU Desa mewajibkan Desa peka dan peduli atas kebutuhan warganya tanpa kecuali. Apalagi dengan Dana Desa, kemampuan keuangan yang dimiliki harus diarahkan dan diprioritaskan bagi kebutuhan untuk menyelesaikan permasalahan warga,” katanya.

1 Komentar

  1. 242051 784416Just wanna comment that you have a extremely good website, I the style and style it truly stands out. 347260

Tinggalkan Balasan